Perkenalkan nama saya Muhammad Radifar. Saya akan mulai bercerita tentang diri saya sendiri, yah semua orang memang senang menceritakan tentang dirinya sendiri. Juga kalau2 ada yang ingin mengenal saya lebih dekat. Baiklah inilah cerita saya:

Saya adalah anak dari pasangan Sugiarto S. dan Farida. Bapak saya 5 tahun lebih tua dibanding ibu saya. Mereka menikah pada umur 27(bapak saya) dan 22(ibu saya). Anak pertamanya adalah kakak saya, Aditya Warman Brayatullah, atau biasa dipanggil Adit. Tidak lama setelah kakak saya lahir, ibu saya mengandung saya, dengan demikian saya dan kakak saya hanya berselisih 1 tahun saja. Menariknya adalah saya tinggal dalam kandungan ibu saya selama 10 bulan, hmmmm… 1 bulan lebih lama daripada normal bukan? Forget about it, it’s not a big deal. Saya lahir pada 5 Juli 1987 (Minggu Pon), setahuku 5 Juli tidak ada yang spesial paling2 hari bank nasional, terus dekrit presiden (kalau nggak salah tahun 1957 ya? Aku nggak bisa sejarah nich). Oh ya, temanku yang di Farmasi juga ada yang tanggal lahirnya sama denganku yaitu Keni, well this must be fate, yeah… Setelah itu ibuku ikut program KB, jadi aku nggak punya adik, sampai sekarang….

About my name: Muhammad Radifar. Muhammad adalah nama Rasul yang terakhir, manusia termulia yang pernah ada, diharapkan aku memiliki sifat seperti beliau, sekarang sih jauuuhhh rasanya… Tapi aku berusaha sebaik mungkin untuk mencapai yang diharapkan ortu-ku. Terus nama terakhirku Radifar, nama ini diambil dari Al-Quran surat An-Naziat ayat tujuh. Bacanya sebetulnya Raadifah (sayangnya nama itu nggak cocok karena aku anak laki-laki, jadinya diplesetin deh jadi Radifar, bukannya artinya jadi berbeda ya? Padahal bagiku nggak papa kalau pake’ nama itu), yang artinya tiupan kedua. Dalam kepercayaan umat Muslim, kiamat akan diawali dengan ditiupnya terompet sangkakala oleh malaikat Izrafil, tiupan pertama akan membinasakan seluruh makhluk yang pernah diciptakan-Nya, hanya Dia yang masih exist. Lalu malaikat Izrafil dibangkitkan kembali oleh-Nya dan diperintahkan kepadanya untuk meniup terompet sangkakala untuk yang kedua kalinya. Nah tiupan inilah yang membangkitkan semua makhluk ciptaan-Nya, agar nanti bisa diadili dalam pengadilan terakhir. Gitu…. Entah apa maksudnya aku dikasih nama itu, katanya sih karena aku anak kedua. Tapi dapet nama kaya’ gitu bikin aku mikir, kayaknya aku punya kewajiban untuk membantu menolong orang2 di sekitarku dan kalau memungkinkan menolong seluruh makhluk di dunia ini. Aku jadi ngerasa punya beban berat di pundakku meskipun aku tahu itu bukanlah tanggung jawabku.

Pada saat kecil, aku dibesarkan dalam keluarga yang sederhana dan bahagia. Waktu balita ortu-ku bener2 mlarat nggak punya barang apapun kecuali pakaian, tinggal di rumah kontrakan. Tapi akhirnya bisa tinggal di perumahan dinas. Waktu balita aku suka melakukan hal2 yang aneh, seperti merangkak sendirian keluar rumah sampai jauh, makan potongan triplek, mainan kayu bakar yang nyala pas ibuku lagi masak, nyemplung ke kolam ikan tetangga (40 cm) yang udah kering (gara2 keluyuran jauh2 dari rumah itu). Jangan salahin ibuku ya, la wong ibuku aja gak denger je (ibuku sebenernya tuna-rungu). Terus aku ini dulu suka sakit2an, pernah kena Bronchitis akut sampe di-opname.

Waktu TK aku ini orangnya biasa aja(gak pinter, juga gak dungu), lemah(badannya), looser, cengeng, dijauhin temen2. Saat2 yang sangat menyedihkan dalam hidupku. Aku ini orangnya mbandel banget sama ortu. Kalau disuruh tidur siang ogah, aku masih inget dulu suka pura2 tidur waktu dikeloni ibuku terus kalau ibuku udah tidur aku kabur lewat jendela kamar, habis pingin main2 sama tetangga sih, wakakakak…

Waktu SD masih belum beda jauh dengan waktu TK, bedanya aku bisa bener2 nemuin temen, yang bener2 temen, baik disaat duka maupun suka. Tetap saja aku ini masih cengeng dan aku ini orangnya penakut, satu2nya hal yang kusuka dari diriku saat itu adalah wawasanku yang luas mengenai dunia sains (dulu aku juga suka melakukan experimen2 sains di rumahku sendiri, I used to be very curious child, up till now…), sampai2 temen2 se-perumahan kalau manggil aku "pak profesor". Ha ha ha ha…. sampai sekarang aku tidak akan pernah lupa. Aku juga masih inget dulu aku ini suka mbongkar2 mainanku sendiri, saking penasarannya gitu…. Selain itu aku ini orangnya sombong dan caper, yah mungkin sebagai kompensasiku terhadap perasaan lemahku dan kurang diperhatikan.

Waktu SMP susah nyari temen juga tapi ada sedikit temen yang bener2 temen. Aku mulai menunjukkan spesialisasi dan menonjol di beberapa bidang (dan aku rasa temen2ku udah mulai menyadari potensiku). Tapi dalam beberapa hal aku ini masih amaaat lemah. Aku waktu itu ikut tonti dan emang bedanya kerasa, dulu waktu SD badanku lemah banget, buat buka jendela pake tongkat alumunium pake 2 tangan aja kesulitan, pas SMP aku bisa pake 1 tangan, pas SMA aku bisa pake 3 jari doang. Aku pun juga udah mulai menyadari akan keunikan pada diriku, aku ini bener2 lain daripada yang lain dalam hal selera dan cara berpikir. Mis. temen2ku pada suka sepakbola sedangkan aku nggak. It’s rare to find a male who don’t love to watch football you know. Pas SMP aku juga mulai merasakan jatuh cinta(atau mungkin cuman tergila-gila/infatuation), emang sih waktu itu aku selalu mikirin dia, dan deg2an kalo deket sama dia. Waktu itu aku belum bisa mbedain "falling in love" dan "infatuation". Waktu itu yang bisa kubedain adalah "have a crush" dan "falling in love". Waktu itu aku sempet disuruh ngomong langsung sama si dia tapi akunya gak pernah berani ngungkapin. Aku yang dulu memang penakut, yeah…

to be continued….

PS : Setelah selesai menulis saya baru menyadari ada hal yang aneh, yakni pada awalnya menggunakan "saya" untuk diri saya, lalu lama kelamaan berganti menjadi "aku". Tau’ kenapa. Lebih nyaman aja.