Lately having no cellphone is bothering me….
Why?
Let’s began the storytelling shall we?

My Idealism…..
I wanna change the world into a better place for everyone…
My way is simply by seeking the power, by having that power I would run several company that could give this nation the power to cure from its sickness.
Our "Ibu Pertiwi" is crying aloud right now, could you hear her? I bet you can’t, pathetic isn’t she? Mattaku Kudaranai naaa….(Geeezz, what the hell am I talking about….)

Anyway…. I’m a college student…. Ima wa boku wa nani mo dekinai…(Right now there’s nothing that I can do….)
Kembali ke cerita awal, dalam bukunya Robert T. Kiyosaki aku pernah membaca bahwa salah satu hal yang paling menentukan kesuksesan kita adalah pasangan hidup kita. Aku dulu sering diberitahu oleh guru2 SMA-ku bahwa selisih usia antara cowok dan cewek adalah 5 tahun dimana yang lebih tua adalah yang cowok. Karena cewek lebih cepat dewasa daripada cewek, selain itu cowok adalah kepala keluarga jadi harus yang lebih dewasa dong. So some criteria that I made was: She must be 5 years younger than me (With 2 year tolerance, which means may between 3-7 years younger than me), and second she gotta be a management or accountant college student. Maka dari itu aku menunggu dengan sabar… nggak pacaran dulu… Ada yang kusenangi tapi biarin aja ah. Hingga lama-kelamaan aku mendapat beberapa input dari luar yang membuat cara pandangku berubah, jeder!(suara kesamber geledek) Hey, aku khan orangnya sibuk apa mungkin bisa nyari anak dari fakultas lain? Kedua kalau ternyata ada yang cocok dalam body, mind, and soul, khan eman2. Sempet bingung berapa lama…. gitu. Aku pun gak bisa nentuin. Hingga suatu saat aku mencari tahu tentang orang yang kusukai physically, dan ternyata menemui adanya kemiripan diantara kita. Seems like I’m falling in love again. Hal ini bikin idealismeku bener2 berubah. Kayaknya emang gak perlu nyari susah2 kesana kemari kalo disini emang udah ada, yah mungkin inilah yang mbikin para dosen farmasi dapetnya orang farmasi juga.

Waktu itu aku emang terlalu antusias, jadi aku nggak terlalu khawatir gimana kedepannya. Untungnya dia malah udah punya pacar. Setelah kupikir2 ternyata banyak hal yang belum sempet kepikiran, dan ternyata aku emang belum siap. She taught me alot of things. Why? Ada beberapa konflik diantara kita kebanyakan sih cuman masalah salah faham aja sama kurang komunikasi. Seandainya aku punya HP, Aku bisa belajar lebih banyak dari dia. Pelajaran (pencerahan) terpenting yang kudapat dari dia adalah mengenai kedewasaan. Apa sih pengertian dari kedewasaan, dan benarkah cewek lebih cepat dewasa dibanding cowok? Aku pun mulai bertanya2 kepada temen2 sebayaku dan mulai mencari artikel2 kedewasaan dan perbedaan diantara cowok & cewek. Kebanyakan temenku pada nggak tahu soal perbandingan kedewasaan cowok dan cewek, yang paling asyik waktu ngobrol sama Jimmy dan Alin pas praktikum Padat. Inti dari perbincangan itu adalah kalo’ cewek lebih cepat dewasa 3 tahun, kenapa? Karena cewek biasanya berpikir 3 kali dalam mengambil keputusan dibanding cowok. Dan dalam sebuah hubungan cowok itu seharusnya lebih tua dibanding yang cewek. Kemudian dengan membaca banyak artikel tentang kedewasaan dan perbedaan cowok dan cewek aku mulai melihat pola, dan mulai membangun keyakinanku sendiri. Entah bagaimana menurut kamu tapi inilah pendapatku:
1. Kedewasaan itu bergantung pada apa yang telah dilalui seseorang selama ini, dan bagaimana dia dapat mengendalikan diri supaya dapat mengambil keputusan yang sesuai.
2. Cewek memiliki kecenderungan untuk berhati2 dibanding cowok, cowok biasanya adalah risk-taker. Makanya cewek cenderung berpikir berulang2 dalam memutuskan segala sesuatu, tapi ini bukan berarti bahwa cewek lebih dewasa daripada cowok, karena keberanian dalam bertindak (entah itu benar atau salah) yang dimiliki cowok juga bagian dari kedewasaan, sayangnya kebanyakan orang menilai hal ini sebagai kecerobohan.
3. Setiap orang dengan tipe personality yang berbeda akan tumbuh dengan cara yang berbeda pula. Misalnya saja aku adalah tipe orang yang penakut, pemalu, dan jarang bergaul, sehingga akupun menjadi dewasa dengan cara berlatih menjadi berani, meningkatkan skill komunikasi, dan skill dalam mengatasi konflik interpersonal. Mereka yang memiliki tipe personality yang berbeda tentu memiliki kelemahan yang berbeda sehingga menjadi dewasa dengan cara yang berbeda. Intinya adalah Kedewasaan bukanlah sesuatu yang universal, kita tidak bisa membandingkan kedewasaan kita dengan kedewasaan orang lain, kita semua menjadi dewasa dengan cara kita masing2.

Hmmm……. Sedikit diluar konteks ya? Gak papa sedikit intermezzo.
Anyway, aku merasa perlu untuk punya HP untuk berkomunikasi dengan orang yang akan menjadi jodohku nanti. Terutama kalau aku jarang ketemuan sama orang itu. How the hell am I suppose to take her on a date if I don’t have a cellphone? What the hell am I suppose to do if I wanna curhat to her? What If she want to contact me but she can’t? What if… What if… What if…. What the ****!   ##%@^$&$#!!!!!

Sekarang mulai ada orang lain yang…….. Tapi aku ngga’ punya HP, ga’ punya SIM C pula, aw maaan….. T_T
Mungkin bisa aja aku ke wartel tapi khan repot dan mahal, terus kalo dia-nya mau telpon balik gimana? Masak cuman komunikasi satu arah emang radio?
Having no cellphone is began to bother me, since I really need it now…..

If you have more than 1 cellphone, would you care to share? (;
Bersyukurlah kalian yang punya HP, you’ll never know how important something is…. until you lose it.
thanx for reading

——–end of story——-

PS : I began to really-really-really realize that I was too fast. Ho ho ho… But it is always possible to fix the past mistake right? Terima kasih banyak kepada kawan2ku yang telah menyadarkan aku dari kebodohanku yang berlanjut2 he he he…. Sekarang aku udah sadar kok, dan aku udah tahu tata kramanya. Also my gratitude for Yahoo! Personals who gave me tonz of tips & advice, en.wikipedia.org and google.com who’ve been helping me in my search for the needed article.