Di dalam kehidupan sehari-hari seringkali aku membuat kesalahan, baik kepada teman, diriku sendiri, maupun kepada Tuhan. Jika kita membuat kesalahan kita pasti merasa lemah dan tidak berharga terutama jika kesalahan itu adalah kesalahan besar. Mengingat kesalahan di masa lalu pun juga terasa begitu menyakitkan. Meskipun kesalahan itu bisa diperbaiki tapi tetap saja kita merasa bersalah atas apa yang telah kita lakukan, inilah yang sulit untuk diperbaiki.

Mengapa mengingat kesalahan terasa begitu menyakitkan? Pada saat balita kita belajar berjalan dengan terus menerus berusaha tanpa kenal menyerah, kita jatuh lalu berusaha berdiri untuk berjalan. Kita pada saat itu belum menyadari apa arti dari kesalahan. Seandainya saat itu kita telah belajar arti dari kesalahan dan belajar untuk merasa bersalah dan berputus asa mungkin kita tidak akan pernah bisa berjalan.

Kesalahan tidak bisa dihindari, setiap orang pasti membuat kesalahan, karena manusia adalah lemah. Sekuat apapun kita berusaha pasti selalu akan ada celah untuk kesalahan.

Masalahnya adalah kita belum belajar bagaimana menerima kesalahan di masa lalu sebagaimana kita telah belajar konsep tentang kesalahan, belajar untuk merasa bersalah dan merasa berputus asa. Perlukah kita menyesal? Tentu saja, karena kita telah dianugerahi oleh Tuhan dengan rasa malu. Rasa malu ada pada setiap insan agar dapat menjaga diri dari tindakan yang tercela. Namun ada kalanya perasaan itu begitu hebat hingga kita merasa tidak pantas untuk ada di dunia ini. Nah inilah yang seharusnya dihindari. Pada saat seperti ini seharusnya kita mulai belajar untuk berpikir dengan jernih dan mengingat bahwa setiap orang membuat kesalahan, dan jika kita hanya terkungkung dalam penjara perasaan bersalah kita maka kita akan sulit untuk bergerak maju. Hanya karena kita membuat kesalahan bukan berarti kita hina. Saat kita menyadari kesalahan di masa lalu, kita masih bisa memperbaikinya dan menjadi manusia yang lebih baik. Kita yang di masa lalu bukanlah kita yang sekarang, kita yang sekarang telah mengetahui kesalahan yang "sangat berpotensi" untuk kita lakukan dan kita akan berusaha sebaik mungkin untuk menghindarinya. Ingat, yang dulu pernah kita lakukan tidaklah menunjukkan diri kita, manusia berubah, bahkan tiap jamnya, tiap menitnya, tiap detiknya. Kita tidak akan pernah menjadi sama dengan kita yang dulu. Apa saja yang telah kita lakukan dulu hanya menunjukkan kita pada saat itu saja. Aku yang dulu adalah aku yang dulu, dan aku yang sekarang adalah aku yang sekarang titik!

I would like the future me to say "Hey, the old me is sure stupid no? But thanks to his stupidity I gain more knowledge, I become much stronger, and I’m growing up faster."

Past mistake is tough yeah…. But it makes us grow…

Move on