Kemaren senin 11 Februari aku memulai kuliah perdanaku di semester 6 ini. Mata kuliahnya adalah Elusidasi Struktur yang diampu oleh pak Sugeng dan bu Ratna. Kuliahnya dimulai pada pukul 9.00, tetapi nampaknya pak Sugeng sedikit telat… kemudian pak Sugeng segera mengeluarkan laptopnya dan meminta Rikki untuk menurunkan OHP, selain itu pak Sugeng juga meminta Rikki untuk menyalakan proyektor LCD. Namun Rikki malah memintaku untuk menyalakan proyektor LCD, dengan langkah tenang aku mengambil “remote” proyektor dan menekan tombol power pada proyektor yang menggantung di langit-langit. Dengan langkah tenang lagi akupun mengembalikan “remote” tersebut ke tempatnya semula. Kamipun kemudian duduk tenang sambil menunggu proyektor yang sedang melakukan “pemanasan”, belum selesai proyektor tersebut melakukan “pemanasan” telah nampak kekaburan pada bagian tengahnya… ealaaahh, kita dapat ruangan yang proyektornya dah mulai bobrok to?

Kemudian aku minta pendapat Surip yang ada di belakangku, “piye rip? Nyilih sik ning akademik po?”. “Yo kono”, jawabnya. Akupun segera bergegas menuju akademik. Saat melewati TU aku sempat melirik ke dalamnya apakah disana ada pak Radiyo? Ternyata tidak ada… keknya memang mestinya kalau urusan alat-alat seperti mic dan proyektor ke TU khan? Ah sudahlah, pak Radiyo sedang tidak ada di TU, mending langsung aja ke akademik. Kemudian di akademik aku langsung lapor ke mbah Dar-X mas Darno kalau proyektor di R. 4 sudah kabur bagian tengahnya. Lalu mas Darno menuju ke laci yang berisi proyektor Epson di dalamnya sambil berkata “Ealah mas kok malah lapornya kesini”, akupun bergumam “mmm… ternyata memang lapornya harusnya ke TU, ah sudahlah disini juga ada kok”. Kemudian mas Darno meletakkan proyektor tersebut di meja TU dan bertanya kepadaku “Mas bawa KTM nggak?”, “waduh mas dompet saya di kelas” jawabku. Lalu mas Darno bertanya lagi “di ruang 4 khan?”, “Iya mas” jawabku, lalu mas Darno berkata “Ya udah nanti kalau sudah selesai langsung kembalikan kesini lagi ya”, “Iya mas, makasih maaass…” kataku.

Dengan proyektor LCD yang kutenteng dipundakku akupun berjalan dengan santai menuju kelas, saat masuk kelas pak Sugeng sempat berkata “Oh ini ya operatornya?”, teman-temanku tertawa, I don’t know why but my countenance didn’t change at all… I was so apathetic that day, maybe because I got sleep deprivation last night… kemudian setelah mengeluarkan proyektor dari tasnya aku memberi isyarat dengan tanganku kepada Surip untuk ikut membantuku. Tak lama kemudian proyektor sudah terpasang dengan baik dan kami siap memulai kuliah.

Sebagaimana kuliah perdana pada umumnya, kuliah dimulai dengan pendahuluan. Isinya : acuan pustaka, tujuan, dan pengertian-pengertian. Yang ingin saya bicarakan adalah mengenai pengertian Elusidasi yang diterangkan oleh pak Sugeng. Sependek yang saya ingat, pak Sugeng menerangkan bahwa Elusidasi tidak ada kaitannya dengan elusi pada kromatografi. Hal ini tentu saja adalah benar karena Elusidasi berasal dari kata elucidate sedangkan elusi berasal dari kata elute, meskipun elusi dari pembacaan elucidation dan elution serupa namun keduanya dihasilkan dari huruf yang berbeda. Fragmen “si” dari elusidasi berasal dari “ci” sedangkan pada elusi berasal dari “tion”, yang mana setelah diserap dalam bahasa Indonesia keduanya ditulis sebagai si (elu”si”dasi & elu”si”). Selain itu secara harfiah keduanya pun jelas-jelas berbeda, perhatikan terjemahan elucidate dan elute yang saya dapat dari program kamus WordWeb 5.00 berikut :

definisi elusidasi

definisi elusi

Seperti yang bisa kita lihat, elusidasi = memperjelas, membuat lebih mudah dimengerti, menghilangkan kebingungan dan ambigu. Sedangkan elusi = mengaliri dengan pelarut, seperti pada kromatografi.

Kemudian sependek yang saya ingat, pak Sugeng juga menerangkan bahwa elusidasi berkaitan dengan ilusi, he? Bukannya awalannya saja sudah beda (e & i?). Lebih lanjut lagi pak Sugeng menerangkan bahwa elusidasi sebagaimana ilusi sama-sama ada di awang-awang atau sesuatu yang tidak terlihat. Jadi elusidasi adalah ilmu membayangkan sesuatu hal yang tidak terlihat. Hell? Where the heck does he got that line?… Yang satu ini… saya tidak setuju 90%, yang 10% karena saya setuju bahwa elusidasi struktur berarti kita membayangkan struktur yang tidak bisa kita lihat. Jadi… kenapa saya 90% tidak setuju? Aaahh… jelas-jelas elusidasi dan ilusi berbeda, elusidasi berasal dari kata elucidate sedangkan ilusi berasal dari kata illusion. Selain huruf pertamanya berbeda, huruf “L” yang mengikuti huruf pertama pada elucidate terdiri dari satu “L” saja, sedangkan pada illusion terdiri dari dua “L”. Perhatikan pula bagaimana si dari elusidasi dan ilusi berasal, si pada ilusi berasal dari “sion”, sekali lagi setelah diserap ke dalam bahasa Indonesia keduanya ditulis sebagai si (elu”si”dasi & ilu”si”), oh ya perhatikan pula bahwa huruf “L” pada ilusi hanya ditulis satu saja karena orang Indonesia gak mau repot :P. Kemudian ditinjau secara harfiah jelas-jelas elucidate dan illusion berbeda. Perhatikan pengertian illusion yang saya dapat dari kamus WordWeb 5.00 berikut :

definisi ilusi

Ada empat pengertian, tetapi intinya ilusi adalah kesalahan persepsi indra kita (biasanya mata) terhadap apa yang ada di dunia luar. Beda sekali dengan pengertian elusidasi bukan?

Geezz… I’m sorry sir but… I got bothered…

Demikian, harap menjadi koreksi.