Kamis… 21 Februari 2008… Kampus… Siang hari…

Pagi harinya aku sudah siap-siap untuk menginap di lokalisasi kampus, baju ganti & perlengkapan tempur MCK sudah kusiapkan. Saat siangnyapun aku pergi ke KOPMA untuk membeli Energen agar staminaku terjaga… Tetapi ternyata… bu Ratna tidak menyarankan untuk reflux selama 24 jam. Kenapa? Karena tidak ada laboran yang bisa jaga dari siang sampai malam hingga siangnya lagi (khan besoknya harus kerja jaga lab lagi bukan?). Hahaha… padahal aku dan Jimmy dah siap-siap buat nginap. Ah, sutralah, it’s not a big deal. Lalu, bagaimana agar kami bisa melalui orientasi SHT ini? Akhirnya setelah berdiskusi dengan bu Ratna, bu Ratna meminta kami untuk mengetikkan protokol sintesis yang kami jalankan, dengan demikian bu Ratna bisa melakukan optimasi untuk prosedur sintesis kami. Sore itu juga aku pinjam laptopnya mas Pugi lalu mengetik protokolnya kemudian langsung diprint di PIO. Selesai diprint aku langsung menyerahkannya pada bu Ratna. I want to get rid this problem as soon as possible!

Flashback… ke jam 10.40 selesai kuliah…

Berbeda dengan hari-hari sebelumnya kali ini lab KO/SO dipakai untuk praktikum adek-adek. Sehingga kami memindah basis komando kami ke lab penelitian yang terletak satu lantai dibawahnya. Gilaaaa… capek banget… naik turun tangga ngangkut-ngangkut peralatan reflux tiga set ama bahan-bahan buat sintesis. Akhirnya setelah peralatan dipasang di lab penelitian reflux dimulai jam 12 siang.

Jam setengah empat reflux dihentikan. Hey, SHT khan butuh delapan jam untuk muncul bercaknya? So what’s the point? Mungkin bu Ratna tidak mau kita mubazir buang-buang waktu untuk melakukan hal yang sama (melakukan sintesis dengan prosedur yang sama yang jelas-jelas memberi jumlah rendemen yang sama).

Jadi kami pulang jam setengah empat… ndak… jadi… lembur… lagi…

Tapi sebelum pulang aku ngenet dulu di PIO buat nyari jurnal-jurnal buat bikin proposalku (baik proyek bu Ratna maupun pak Pardjan – baca side story dibawah!), ama artikel yang berhubungan dengan proyek-proyekku dan bahan kuliah.

Jumat… 22 Februari 2008…

Stuck… stuck… stuck…

Kami sedang terjebak di dalam situasi yang tidak menyenangkan. Di satu sisi kami kebingungan dalam orientasi SHT kami, di sisi lain kami juga ingin memurnikan senyawa HTB kami dan mencari jumlah rendemennya. Yang jadi masalah adalah proses pemurnian HTB menggunakan KLT preparatif yang per plate-nya 32 ribu. Dan kami sudah pesan empat tapi malah gak diambil-ambil karena biarpun kami bertiga mengumpulkan uang kami jelas-jelas uang kami gak cukup. Akhirnya setelah aku, bu Ratna dan bu Hilda berdiskusi kami memutuskan metode gila yang belum pernah dilakukan oleh mahasiswa lainnya sebelumnya (setahuku). Namun maaf… tanpa mengurangi rasa hormat, saya tidak akan memberitahu metode apakah itu. Maaf jika para pembaca budiman sekalian menjadi penasaran. Demi menjaga nama baik seseorang yang sangat sangat saya hormati, saya tidak beberkan disini.

Sabtu & Minggu… 23 & 24 Februari 2008…

Meskipun hari libur tidak boleh berhenti bekerja… hari sabtu kebetulan aku mau wawancara calon IT PIO yang baru karena setiap divisi diminta untuk merekrut anggota baru. Aku aja kewalahan mengurus divisiku karena kurang orang koq, jadi aku jelas-jelas butuh orang. Kebetulan pas hari jumat ada yang ngasih aku formulir pendaftaran. Langsung aja kuminta wawancara sabtu siang. Habis aku wawancara, aku ngenet di PIO untuk melanjutkan pencarian artikel dan jurnal yang kubutuhkan, oh ya buat posting blog juga hehehe. Puas! Kali ini aku dapet banyak banget! Pulangnya kubaca-baca, hari minggupun kubaca. Akhirnya muncul ide-ide untuk orientasi. Mmm… sebaiknya besok kudiskusikan dengan mas Maywan dan atau bu Ratna. Kalau mereka setuju maka akan kuaplikasikan, kalau gak, gak usah dilakuin.

Senin… 25 Februari 2008…

The apparatus wrecked… the “crazy method” failed…

Still stuck… and it suck… fuck…

Mm… kesabaranku mulai diuji… staminaku mulai drop… gara-gara belakangan kurang tidur… bahkan saat sedang menulis untuk blog inipun aku sedang mengorbankan waktu tidurku (FYI when I write this, it is 1.34 AM, I’ve already slept for 2 hours before though). Pagi kuliah ampe jam 11, asistensi Anfar ampe jam 12 kalo gak salah, terus ketemuan ama bu Ratna pula, ama pak Hari juga (baca side story dibawah!).

Siangnya kita gak ngapa-ngapain… cuman planning doang, buat kedepannya gimana. Terus bu Ratna ngasih beberapa saran aja. Kitapun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan orientasi kami besok pagi. Hari ini menyiapkan dulu alat-alatnya dalam lemari asam jadi besok pagi bisa tinggal nyalain alatnya lalu ditinggal kuliah. Berbeda dengan di lab SO/KO, di lab penelitian ternyata refluxnya bisa ditinggal, soalnya kalo di lab KO/SO khan ada bu Hardani (laboran di sana) yang gak mbolehin ninggal-ninggal alat-alat yang pake listrik wakakakakak…

Hari itu aku gak sempet ketemu mas Maywan buat mendiskusikan ide-ide yang ada dibenakku, kalau langsung sama bu Ratna masih terlalu dini keknya…

Selasa… 26 Februari 2008…

Strong like crazy…

Sesuai rencana, sebelum kuliah kami menyalakan alat-alatnya lalu kami tinggal untuk kuliah. Selesai kuliah ternyata salah satu heating mantle yang kami pakai colokannya gak begitu masuk, emang dasarnya tempat colokannya dah rusak karena gosong. Laaahh… kalau baru reflux jam 8.40 selesainya jam sembilan malam donk? Lembuuuurr lagi…

Setelah colokannya dibenerin kita belajar KJT bareng soalnya mau pretest neh. Masih ada waktu dua jam. Baru bentar belajar tiba-tiba Adi sama Wahyudi berkunjung melihat-lihat, akhirnya kami malah belajar bareng sambil bercanda-canda gak jelas.

Pas mau pretest Jimmy malah baru tau kalo nanti gak cuman pretest, melainkan juga ada praktikumnya pembuatan media bareng golongan tiga. Dan dia gak bawa jas lab, akhirnya dia nyari-nyari jas lab. Gara-gara itu aku dan Jimmy telat 10 menit, karena pretest cuman 15 menit dan gak ada perpanjangan waktu kita cuman dikasih waktu 5 menit, bolpenku macet lagi. Untung mbak asistennya mau minjemin bolpen. Makasih ya mbak!

Abis itu ditengah-tengah praktikum kita musti ngambil sampel juga. Akhirnya aku sama Jimmy ijin keluar lab sama asistennya. Setelah sampai disana baru inget kalau peralatannya beda ama yang biasanya, yang ini lebih gampang ngambil sampelnya sendirian aja juga bisa kataku. Buat apa juga berdua kalau sendiri bisa?

Untuk yang kedua kami minta ijin lagi ama mbaknya dan kali ini karena pak Joko-nya lagi ada kami harus minta ijin dulu ama pak Joko. Kontan aja Jimmy bilang “mesti kalo ijinnya ke lab penelitian gak boleh”. “Eh dif, kita bilangnya mau ke belakang aja piye?”, aduuuhhh, aku khan gak pinter ngeles. Akhirnya kita mengundi siapa yang kesana. Dan ternyata malah aku yang kena, aku jadi bingung mau cari alasan apa ya? Apa jujur aja? Dahlah nekat aja, akhirnya aku bilang ke pak Joko “pak mau minta ijin mau ke lab penelitian”, pak Joko-nya cuman bilang “ya sana”. Huuufff… boleh, setelah dipikir-pikir berarti Jimmy-nya yang berlebihan, mosok ke lab penelitian gak boleh. Sial!

Sesampai di lab penelitian ternyata ada mas Maywan, ternyata mas Maywan lagi nambahin ethanol ke dalam labu alas bulat soalnya dah terbentuk endapan theobromin (buat melarutkan lagi). Kemudian setelah menambahkan ethanol aku mengambil sample. Selesai mengambil sample aku berpikir, ini adalah kesempatan bagus untuk mendiskusikan ideku dengan mas Maywan. Di dalam waktu yang sempit aku menyampaikan beberapa ideku dan mas Maywan nampaknya tidak keberatan dengan beberapa ideku itu. Aku cukup senang, meskipun masih ada beberapa ide yang belum kusampaikan. Ah, nanti saja setelah praktikum pikirku.

Selesai KJT, aku sholat dhuhur, gak lama setelah sholat aku dah mau beranjak pergi dari mushola malah dah adzan ashar. Ya dah ashar dulu. Abis itu baru makan, disana aku bertemu anak-anak gol 3. Adi bertanya apakah abis praktikum aku masih nge-lab? Lalu aku jawab “iya, dari pagi tadi jam tujuh ampe jam sembilan malam nanti”. Dan nampaknya teman-teman gol 3 terkejut, mungkin karena aku naik sepeda juga. Awww pleeeasee, not to compare my stamina with you guys. Coz I’m strong like crazy hahaha… ya iyalah dah kebiasaan. Siapapun juga bisa kalau dah terbiasa. Selesai makan aku sudah tidak sabar untuk menyampaikan ideku kepada mas Maywan. Aku bergegas menuju lab penelitian, disana ada Gini dan mas Maywan. Ide-ide yang belum kuutarakan kutumpahkan semua, kebanyakan disetujui tapi ada satu yang membuat dia keberatan. Mmm… sekarang aku sudah tahu situasi dan kondisi yang kuhadapi, sekarang aku tinggal meyakinkan teman-temanku dan bu Ratna mengenai metode baru yang kubuat sendiri. Butuh keberanian memang… tapi aku harus berani melakukannya. Karena jika nanti aku bekerja di R&D di sebuah industri aku harus berani mengungkapkan ideku kepada tim, tanpa peduli mereka menerima ataupun menolaknya aku harus berani menyampaikan dan berusaha meyakinkan apa yang kuanggap sebagai kebenaran. I made up my mind, I’ll give it a shot! Real task must be accomplished with real work, right? Fellow?

Abis itu kita cuman ngobrol-ngobrol, bercandaan, ngambil sampel. Jam empat Gini pulang dulu, jadi tinggal aku ama Jimmy. Tapi kemudian kami memutuskan untuk menghentikan reflux lebih cepat karena kata mas Maywan perbedaan 1-2 jam reflux jika refluxnya 12 jam tidak memberikan perbedaan yang signifikan. Ya udah abis maghrib pulang. Jadi gak lembur lembur amat.

Side sToRy (another of my synthesizing madness)

Selasa sore aku sempet nyari-nyari pak Pardjan & pak Hari bareng Paidjo (mustinya bareng Paidin juga, tapi malah gak ada…) buat ngomongin proyek kami untuk mensintesis analog kurkumin yang baru. Tapi ternyata malah gak ketemu…

Rabu siang aku beserta Paidjo dan Paidin berusaha menemui lagi pak Pardjan & pak Hari dan kali ini mereka ada. Kemudian aku menjelaskan perkembangan yang ada sejauh ini, yakni bahwa dari penelusuran pustaka, senyawa yang akan kami sintesis belum pernah disintesis oleh orang lain. Kemudian mengenai berkurangnya anggota kelompok kami. Yang mulanya berenam yakni aku, Anip, Ana, Jimbo, Paidin, Paidjo kini sudah berkurang menjadi tiga orang. Karena Jimbo dapet proyeknya bu Ratna (yang sedang kami kerjakan sekarang ini, tapi aku gak ikut keluar), Ana dapet proyeknya bu Inung (sapa ya? Bu Nunung bukan sich?), terus Anip juga dah ada proyek juga dari bu Zullies. Kemudian bapaknya memberi tahu bahwa langkah selanjutnya adalah membuat proposalnya, dan bapaknya memberi tahu proposal skripsi – STOP! – loh loh loh… skripsi? Aku khan lagi skripsi sama bu Ratna, yang ini khan cuman untuk nambah pengalamanku aja. Pikiranku jadi kacau balau, ingin kuutarakan isi hatiku kepalaku pada bapaknya kalau sebenarnya saat ini aku sedang menjalankan proyeknya bu Ratna untuk skripsiku, tapi entah kenapa malah tersangkut di lidahku… – lanjuuutt – itu nantinya akan di Acc dulu oleh bapaknya, setelah itu langsung jalan deh penelitiannya. Bapaknya juga menjelaskan kalau proposalnya diajukan untuk hibah, jika menang maka penelitian kami akan benar-benar gratis. Namun bila tidak maka kami harus mengeluarkan biaya untuk membeli solven karena reagen-reagennya sudah tersedia.

Hari kamis siang aku dapat SMS yang berisi “Apakah anda yang mau skripsi dengan pak Pardjan?”. He? Sapa ya? Anak S2 yang mau penelitian barengkah? Sial! Pulsaku habis jadi gak bisa langsung jawab. Malamnya aku isi pulsa dan langsung kujawab “Maaf baru njawab, pulsanya habis. Bukan untuk skripsi tapi hanya untuk menambah pengalaman karena saya suka sintesis. Ini siapa ya?”. Sesaat kemudian muncul SMS balasan “Hari Purnomo. Bisa gak besok habis jumatan ketemuan. Tolong teman-temannya dihubungi”. Aku langsung tertawa terbahak-bahak, oalah dosen to? Untung aja aku pake bahasa yang sopan. Tapi kok tau nomerku ya? Lalu kujawab “Oh, ya pak, nanti saya hubungi teman-teman saya”, lalu bapaknya membalas “Trima kasih”.

Jumat pagi aku langsung SMS Paidjo untuk memberitahukan kalo kita mau ketemuan ama pak Hari, terus minta Paidjo untuk memberitahu Paidin juga. Saat sedang stuck dalam orientasi sintesis SHT, aku bertemu Harianto yang memberitahu bahwa kemaren dia ketemu pak Hari dan ditanyai siapa anak PST 05 yang mau skripsi sama pak Pardjan? Karena Hari tahu kalo aku mau proyek sama pak Pardjan akhirnya Hari memberi nomerku, terjawablah sudah darimana pak Hari tahu nomerku. Kemudian Pak Hari juga menawari Hari untuk ikut dalam proyek sintesis ini, lalu Wahyudi juga. Lalu bapaknya meminta kami berlima untuk menghadap bapaknya pada hari senin besok. Dan pertemuan yang setelah jumatan dibatalkan. Karena Hari pagi ini sudah menemui pak Hari sendirian.

Hari senin kami berlima menemui pak Hari untuk membagi tugas, karena ternyata senyawa yang disintesis ada lima buah, karena kami berlima masing-masing mendapat satu senyawa. Kemudian bapaknya rencananya akan membuat proposal untuk diajukan dalam proyek hibah, syukur-syukur jika menang sehingga kami bisa menjalankan penelitian ini tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.

end of side story

Hohoho… I l.o.v.e. to synthesize… biarkanlah saya mengarungi neraka sintesis ini lautan sintesis ini dan bersenang-senang di dalamnya tersesat di dalamnya… tersesat dalam kegilaan orientasi tiada akhir… orientasi yang membuat saya disorientasi dan semakin kehilangan arah… kehilangan arah… kehilangan arah… orientasi yang meskipun kami memiliki peta dan kompasnya tetap saja selalu ada hal yang terduga… kekuatan Yang Maha Kuasa… I think this is what we call “luck”… bukankah kebanyakan pemulung petualang kimia sebelumnya menemukan sesuatu secara “kebetulan”? Beruntung sekali mereka itu, bukan begitu? Namun kita tidak pernah tahu seberapa beruntung kita ini sebenarnya bukan? Mari… Marilah kita berusaha sekuat mungkin… Karena kita tidak pernah tahu seberapa banyak kalori usaha yang kita perlukan untuk berhasil… Mari kita berdoa… agar kita menjadi bagian dari mereka yang beruntung… Oh, jangan lupa, keberanian… ya, keberanian perlu dalam mengambil keputusan, dalam orientasi yang tiada akhir kita harus selalu memulai dengan doa lalu keberanian dalam mengambil keputusan. Keberanian dalam membuka mulut, membuka lidah, bersuara, sampaikan pilihan anda kepada kekasih anda teman sekelompok anda, sampaikan pada hewan peliharaan anda dosen pembimbing anda.

There are lots of path that you can choose…
Path of luck
Path of genius
Path of hardwork
Path of courage
Or… the combination of them… (combine the 4 of them = helluva combination ^^)
which one will you chose?

PS : Deadline proposal udah dekat! Nah loh, ntar ditanyain bu Ratna nyahok lo!
PS lagi : Dulu mas Maywan orientasi isopropil teobromin dan isobutil teobromin butuh waktu enam bulan hohoho… tapi kita kemungkinan besar tidak butuh waktu selama itu, berkat data-data hasil orientasi mas Maywan. Namun tetap saja… orientasi kami ini mengesalkan…