Hmmm… hari yang cukup melelahkan… Hari minggu kemarin aku ke kampus diboncengi Rifky, ngapain minggu-minggu ngampus? Yaaahhh, itu karena sehari sebelumnya aku dah janji buat bantuin Rifky ngerjain presentasi & poster buat pimnas yang akan dia ikuti tanggal 20 juli mendatang. Rifky datang ke tempatku sekitar jam setengah 10 dan kamipun sampai di kampus sekitar jam 10. Sesampai disana ternyata diduga lepi Rifky terjangkit virus Sality, bagi kalian yang gak tau, virus Sality adalah virus yang menyerang file-file exe sehingga banyak software komputer yang tidak bisa dipakai. Alhasil kita gak bisa buka program ini itu dan gak bisa install ini itu… ya udah, akhirnya kita install ulang windows, lalu setelah itu kita langsung install antivir dan update lalu scan semua file… Setelah lepi bersih barulah kita install dari adobe reader, corel, photoshop ampe office 07. Busyet dah! ternyata waktu kita yang seharusnya dipakai untuk desain poster dan template presentasi malah jadi banyak terbuang buat benerin lepi dan install ini itu. Untung waktu itu internet kampus jalan, jadi kusempatkan untuk mendownload video tutor mekanika kuantum dan file iso leopard-nya arip (7,5 GB boookk!!! Kejahatan!!).

Selagi mendownload kusempatkan juga untuk chatting dengan orang yang telah sejak lama ingin kuajak berdiskusi, siapakah dia? Bukaaannn…. bukan si Diiiaaa… melainkan pak Enade. Siapakah beliau? Aku tidak begitu mengenal beliau, tetapi aku pernah mendengar ceritanya dari pak Pardjan (dosenku di bidang kimia organik dan sintesis organik yang kini sudah profesor), beliau bukan saja memiliki kepandaian yang luar biasa, tetapi juga semangat yang luar biasa. Pak Pardjan pernah bercerita, pada suatu ketika semasa pak Enade masih mahasiswa pak Enade bersama kawan-kawannya pernah datang ke rumah pak Pardjan. Pada saat itu sudah lewat maghrib, ada apa gerangan? Ternyata pak Enade dan kawan-kawannya hendak mengikuti PKM, saat itu pak Enade dan kawan-kawannya hendak mengajukan proposal penelitian mengenai sintesis senyawa (kalo gak salah :p) sehingga mereka perlu buku-buku referensi kimia organik dan sintesis organik. Tentu saja pak Pardjan sebagai dosen kimia organik dan sintesis organik pak Pardjan memiliki banyak sekali buku-buku tersebut. Dan tahukah anda? Ternyata batas waktu pengumpulan proposal adalah keesokan harinya, sehingga semalaman suntuk mereka mengerjakan proposal itu. Pada pagi hari draft proposal jadi dan dicetak untuk kemudian diserahkan pak Pardjan dan dikoreksi, siang harinya draft telah koreksi oleh pak Pardjan dan mereka segera melakukan koreksi dan cetak ulang dan segera mengumpulkannya! Dan hebatnya proposal mereka ternyata diterima!

Selain itu pak Pardjan juga pernah bercerita bahwa suatu ketika USD (Universitas Sanata Dharma) membutuhkan dosen kimia organik, saat itu pak Enade ingin menjadi dosen kimia organik di USD, tapi sayangnya syarat menjadi dosen ialah lulus S2 sedangkan pak Enade baru lulus S1, namun pak Pardjan merekomendasikan pak Enade untuk menjadi dosen disana dengan alasan bahwa dosen kimia organik sulit dicari, selain itu pak Enade adalah orang yang sangat menguasai bidang kimia organik. Alhasil pak Enade menjadi dosen di USD. Selama menjadi dosen pak Enade mengukir prestasi yang hebat di USD, hal ini dapat dilihat dari keberhasilannya menerapkan SCL (Student Centered Learning) di USD dimana setiap mahasiswa dituntut untuk mandiri dalam mencari ilmu yang dibutuhkan untuk memahami kimia organik. Dan penerapan SCL oleh beliau di USD telah berjalan disaat Fakultas Farmasi UGM hendak menerapkan SCL di beberapa mata kuliah di Fakultas Farmasi UGM. Luar biasa! Tak hanya itu, pak Enade juga satu-satunya dosen USD yang berkompeten di bidang CADD (Computer-Aided Drug Design), bidang ilmu yang terbilang masih sangat baru di komunitas akademika farmasi Indonesia.

Beliau menyelesaikan S2 di Vrije Universiteit Belanda dan kini melanjutkan studi S3-nya di universitas yang sama. Beliau mendalami bidang Farmakokimia terutama di bidang CADD seperti QSAR, Pharmacophore dan Molecular Docking.

Cuma itu yang kuketahui tentang beliau. Dan selama ini aku baru bertemu beliau dua kali, pertama yakni saat praktikum kering Farmakokimia dimana kita diminta untuk melakukan kalkulasi deskriptor senyawa flavonoid dengan menggunakan software MOE (Chemcomp). Saat itu beliau menerangkan tentang deskriptor dan penggunaannya dalam QSAR. Yang kedua ialah saat aku hendak minta tanda tangan dosen pembimbing akademikku bu Nunung, ternyata pak Enade ialah teman bu Nunung (teman kuliah kalau gak salah?), saat aku hendak meminta tanda tangan untuk KRS-ku ternyata pak Enade sedang berbincang-bincang dengan bu Nunung dan mereka tampaknya akrab sekali.

Kembali ke topik pembicaraan, kenapa aku begitu ingin chatting dengannya? Karena aku hendak konsultasi tentang skripsiku. Skripsiku kini telah beralih dari sintesis + uji in vitro menjadi sintesis + uji in silico (docking). Yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah dockingnya melainkan struktur protein yang akan digunakan untuk docking nanti, struktur yang akan kugunakan merupakan struktur reseptor Histamin H-1, dimana struktur kristal dari reseptor tersebut belum tersedia untuk saat ini. Sehingga untuk mendapatkan strukturnya aku perlu melakukan homology modeling, suatu proses penyusunan struktur protein dengan template struktur protein yang telah diketahui. Proses homology modeling bukanlah proses yang mudah. Dalam mencari template yang baik kita perlu mengetahui banyak hal tentang protein yang akan kita modelkan serta template yang akan kita gunakan. Selain itu banyak parameter yang musti dipertimbangkan dalam melakukan modeling. Belum lagi MD (Molecular Dynamic) untuk “menuntaskan” struktur model yang didapatkan. That’s why I need to discuss a lot of things with him. Untunglah kemarin rabu aku berhasil mendapatkan alamat ym beliau dari profesor dunker. Setelah ku-add akhirnya pada hari jumat telah diapprove, tapi karena status beliau sibuk akupun tak berani mengganggunya. Lalu keesokan sabtu pagi aku online sampai jam 12 dan beliau masih bobok… dan kemarin minggu siang akhirnya aku sempat berbincang dengannya…

Awalnya memang sedikit berat… kami belum mengenal satu sama lain dan nampaknya beliau kurang berkenan untuk kuganggu wakakakakakak… maap ya pak! Tapi seiring dengan berjalannya waktu meskipun seringkali diriku dan ilmuku dipertanyakan oleh beliau akhirnya aku merasa mendapat pencerahan dari beliau, kebanyakan tentang homology modeling, sedangkan untuk molecular dynamic tidak ada yang dibicarakan, karena memang aku sendiri malah keasyikan berdiskusi tentang homology modeling. Beliau juga bahkan sempat memberikan aku banyak informasi mengenai perkembangan modeling untuk GPCR. Namun berkali-kali pak Enade menekankan bahwa homology modeling adalah ilmu yang luar biasa sulit yang beliau sendiri bahkan kurang menguasainya… sehingga beliau memperingatkanku dalam mempelajarinya…

Meskipun skripsiku luar biasa sulit (Sintesis+Homology Modeling+MD+Molecular Docking) bu Ratna dan pak Ari sudah memberikan kepercayaan mereka padaku… dan aku tidak boleh mengecewakan mereka…

For the first time in my life there are people who have faith in me and there are people who questioning me… What a challenge! This is exciting! Soon… soon I will show this world my persistencies!

Please sir… have faith in me! :D