Belakangan aku baru nyadar, ternyata ambisi dan harapan adalah dua hal yang berbeda. Aku tidak bisa membedakan artinya, tapi yang kutahu aku bisa merasakan bedanya… Ambisi terasa seperti nyala dari dalam, sedangkan harapan seperti cahaya yang hangat yang turun dari atas. Harapan itu membuatku merasa lebih hidup, dan membantuku lebih cepat sembuh tak peduli seberapapun dalamnya luka yang didapat. Harapan itu membuatku bangun lebih cepat setiap kali aku terjatuh.

Konyol juga, selama ini aku berpikir bahwa dengan ambisi, semangat dan usaha yang benar sudah cukup untuk mencapai apa yang kucitacitakan. Tapi aku sekarang sadar, itu seperti lari maraton dengan kaki yang pincang… Semakin jauh kau berlari, justru semakin terasa menyakitkan dan kau justru semakin sakit hingga akhirnya kau pun tidak bisa berlari lagi. Dengan harapan aku bisa berlari tak peduli seberapapun jauhnya…

Harus kuakui… belakangan ini aku ternyata memang selalu menjalani hidupku tanpa harapan. Maybe it was the darkness, I was lowering my guard yeah… I never thought that the darkness can eat hope, I should be more cautious. It is… it is tough to use darkness and light at the same time.

Sekarang aku tahu kenapa aku tidak pernah mengalami penyesalan yang mendalam… tidak juga merasa kehilangan setiap kali ada yang hilang… karena aku memang tidak pernah berharap… Am I just running away? Or is it because the darkness inside of me? Anyhow… I must keep my hope high, always, all the time…

TETAP SEMANGAT & SELALU BERHARAP!!! :D

P.S. Mohon maaf lahir dan batin dan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan.