Gak terasa dah dua setengah bulan setelah aku membeli netbook baru. Dah banyak yang telah kulalui bersama netbook ini. Sebelumnya biar kuberi tahu spec-nya:
Proc    Intel Atom N450 1.6 GHz
RAM    DDR 1 Gb
HDD    160 Gb SCSI Hitachi
Mon    10″
Optic    -
Webcam    Yes 1.3 Mp
Card Reader 4 in 1
3 USB port
6 cells battery
Bluetooth
OS    Windows XP Home Edition SP3 ULCPC
Wifi    b/g

Saat pertama beli menyenangkan juga, dah paketan ama Windows, jadi gak melanggar undang-undang selain itu yang lebih penting lagi bisa di-update! Salah satu hal yang paling berkesan saat awal memakai ialah lamanya netbook ini menyala, netbook ini saat dipakai terus-menerus bisa menyala sekitar 5-6 jam berkat teknologi hemat daya dari Intel Atom N450, N450 memiliki TDP 5 Watt dan throttleable(bisa menurunkan dan menaikkan clock cpu sesuai kebutuhan, secara otomatis tentunya). Selain itu processor grafis juga sudah terintegrasi dalam Intel Atom N450 sehingga penggunaan listrik lebih hemat lagi. Meski demikian, ada suatu hal yang mengejutkan dari N450, saat saya menggunakan software HWMonitor, ternyata suhunya mencapai di kisaran 60-70 derajat celcius, sontak sayapun terkejut. Usut punya usut, menurut technical data dari situs http://www.intel.com ternyata N450 memiliki suhu operasional hingga 100 derajat celcius! Saat saya melihat di beberapa forum, ternyata ada juga yang melaporkan suhunya mencapai 85-an derajat celcius, kalau begitu memang punya saya normal. Tapi tetap saja, karena takut akhirnya saya memutuskan untuk membeli cooler tipe kepiting seharga 20k sehingga akhirnya suhunya stabil di 50-60 derajat celcius.

Meskipun netbook kecil tapi yang satu ini memiliki desain keyboard yang cukup ergonomis, desain “island” yang memberikan space pada setiap tombol keyboard meminimalisir terjadinya salah ketik, selain itu tombolnya gak sekecil netbook-netbook generasi sebelumnya.

Sayangnya netbook ini gak punya optic (namanya juga netbook), jadi saat menginstall Linux agak merepotkan karena musti pakai USB FDD. Sialnya pernah suatu ketika gara-gara salah dalam mengoperasikan software partisi akhirnya Windows tidak bisa di-boot gara-gara menggeser posisi partisi windows. Untung ada software bernama WinSetupfromUSB, namun ternyata ada masalah lain, karena windows yang saya pakai untuk repair ternyata tidak mengenali HDD SCSI. Hingga akhirnya teman saya memberikan saya windows XP SP3 yang terbaru, dan ternyata HDD tersebut dapat dikenali. Kemudian setelah melakukan FIXBOOT C: akhirnya Windows sudah bisa dipakai lagi sigh…
Omong-omong, kalau beli netbook ini tidak dibekali CD Windows asli buat repair, musti pesan sendiri…

Ada satu hal yang membuat saya bingung, karena ternyata ada saat-saat tertentu di mana Netbook terasa begitu lambat, usut punya usut ternyata ada program backup yang dah terinstall dari sananya. Dan program itu jalan di background seminggu sekali.

Oh iya, dari segi performa netbook ini sebenarnya gak banter-banter amat, maklum Intel Atom jadi jangan berharap lebih. Pernah saya melakukan benchmarking dan ternyata speed-nya ada di kisaran speed Intel Celeron versi Desktop.

Overall, lumayanlah untuk seorang akademisi seperti saya. Cukup untuk kebutuhan akademik, programming, internet, riset, musik dan beberapa game.

About these ads