Sedari dulu saya sudah bertekad, jikalau nanti saya sudah berkecukupan saya akan membeli software-software yang saya butuhkan ketimbang nyari bajakannya. Prinsip saya adalah: “Jika gak kepepet jangan pakai cara-cara yang gak bener”. Sayangnya saya hanyalah seorang mahasiswa dengan uang saku yang bener-bener nge-pas. Tapi suatu ketika akhirnya Moms dan Pops memutuskan untuk membelikan aku netbook agar aku bisa lebih cepat mengerjakan skripsi. Dan saat itu aku bertekad tidak boleh ada satupun software bajakan kecuali kalau kepepet. Untungnya saat membeli netbook ternyata sudah paketan dengan Windows XP Home SP3, baguslah… kemudian untuk office aku menggunakan Open Office 3.2, yang tak lama kemudian aku baru tahu kalau Microsoft baru aja mengeluarkan produk office-nya yang baru, yakni Microsoft Office 2010 Beta yang bisa di-download & di-install secara gratis dengan syarat penggunaannya hanya di bidang akademik. Setelah sempat membaca lisensinya ternyata hanya bisa dipakai sampai oktober 2010, tapi lumayan lah, dapat barang bagus yang gratisan biarpun gak lama-lama amat. Untuk urusan akademik aku menggunakan Microsoft Office 2010 Beta, tapi untuk urusan bisnis aku menggunakan Open Office 3.2 karena aku gak mau nanti uang hasil bisnis adalah uang haram, iya kalau buat beli barang, kalau buat beli makan?

Untuk browsing dan download? Mozilla Firefox tentu, dari segi performa dan fitur sudah pasti lebih bagus daripada IE 8, kemudian untuk download cukup menggunakan Addon DownThemAll. Dari segi fitur dan performa memang kalah daripada beberapa download manager komersial, apalagi kalau dibandingkan dengan IDM wahahahaha, jelas kalah sih, tapi gak jauh koq, yang penting gratis. Oh iya, untuk mirroring dulu biasa pakai IDM, tapi sekarang aku sudah membiasakan pakai HTTrack Website Copier.

Lalu untuk urusan desain? Sedari dulu aku biasa pakai Corel Draw untuk “Build from scratch” dan Adobe Photoshop untuk edit foto, tapi karena aku sudah bertekad “Tidak boleh ada software bajakan di netbook ini kecuali kepepet” maka aku beralih ke Inkscape untuk pengganti Corel Draw dan GIMP sebagai pengganti Adobe Photoshop. GIMP mudah sekali untuk dipelajari karena interfacenya sendiri sangat mirip dengan Adobe Photoshop, namun untuk Inkscape malah bingung makainya karena interfacenya yang beda jauh dengan Corel Draw.

Karena aku mahasiswa Farmasi akupun sering berurusan dengan molekul kimia, sehingga aku harus terbiasa menggunakan software-software kimia. Banyak teman-temanku yang biasa menggunakan software komersial (bajakan) seperti UltraChem dan ChemDraw. I rarely use them actually, dari dulu dah biasa pakai ACD Chemsketch. Software-software molecular modeling lain yang kupakai ada Chimera, VMD, Marvin Beans, Yasara dan PyMol yang semuanya itu gratis.

Sekarang coba kita estimasi berapa besar biaya yang telah dihemat atau besarnya uang yang tidak kita maling dengan menggunakan software-software gratisan. Katakanlah Microsoft Office 800k, Corel Draw 4000k, Photoshop 4000k, IDM 500k, jika ditotal sekitar 9 jutaan, jika anda bermain-main dengan game-game bajakan mungkin nilai kerugian yang telah anda timbulkan lebih besar lagi 10-50 juta mungkin? Angka yang fantastis bukan?

Anyway, omong-omong tentang game, jadi ingat… saya pakai game-pun gratisan, sayangnya sejauh ini saya baru nemu 2 game gratisan yang bener-bener berkualitas, yakni Battle for Wesnoth dan Warzone 2100. Ada sih game-game lain berkualitas, sayangnya kudu pakai networking atau online.

Jadi, sudah bersihkah komputer anda?