Aku masih ingat saat aku mulai nge-blog dulu, saat itu sekitar tahun 2007 (sebenarnya tahun 2006 aku sudah mulai blogging di Friendster). Waktu itu (awal tahun 2007) aku baru mengenal blog yang sebenarnya saat aku melihat blog dari seorang temanku di blogspot. Waktu itu aku tidak puas dengan fitur-fitur blog yang ada di Friendster, themes yang tidak bisa dirubah-rubah dan banyaknya ketidak-fleksibel-an di dalam menggunakan blog di Friendster membuatku berpikir untuk menggunakan fasilitas yang benar-benar diperuntukkan untuk blogging. Hingga suatu ketika aku melihat seniorku yang menggunakan WordPress, saat itu aku mulai tertarik untuk menggunakan WordPress. Ternyata banyak fitur-fitur yang ditawarkan WordPress, diantaranya ialah banyaknya settingan di dalam posting dan diskusi sehingga kita bisa mengatur posting-an kita dan proses diskusi (e.g. mengatur komen yang masuk), dan siapapun bisa membaca dan memberi komentar.

Saat awal aku blogging, ternyata banyak orang-orang di sekitarku yang juga mulai suka blogging, jika dihitung-hitung, mungkin lebih dari jumlah jari-jari tanganku. Aku masih ingat bagaimana kita suka saling blogwalking dan saling memberi komentar, setiap minggu hampir selalu memposting hal yang baru. Meskipun kesibukan di antara kuliah dan praktikum yang tinggi tetap saja blogging dan blogwalking tetap berjalan. Masa-masa yang indah memang :)

Hingga pada awal tahun 2008 mulai terdengar kata Facebook, kemudian saat pertengahan tahun 2008 Facebook mulai sering terdengar di lingkunganku. Saat akhir tahun 2008 Facebook sudah marak digunakan dan akhirnya Friendster pun terabaikan. Satu hal yang sangat berpengaruh pada dunia blogging ialah adanya Notes di Facebook. IMHO, Notes ialah pengganti yang sempurna bagi blogging. Kemudahan yang ditawarkan dalam melakukan posting dan manajemen posting yang sangat mudah memberi daya tarik tersendiri. Dan fitur yang tidak bisa ditawar-tawar lagi ialah adanya fasilitas tagging dan terintegrasinya notifications dalam Notes, hal-hal tersebut memberikan kemudahan bagi penulis serta konektivitas yang tinggi antar penulis dan pembacanya. Dengan Notes kita bisa secara implisit meminta orang-orang terdekat kita untuk membacanya dengan men-tag mereka. Sesuatu hal yang sulit (atau kurang praktis) ditawarkan oleh fasilitas blogging yang ada saat ini.

Selain dari segi fitur marilah kita melihat dari sisi apa yang biasa ditulis oleh orang-orang saat ini. Orang-orang saat ini biasanya menulis blog untuk membagi pikiran dan perasaan kepada orang-orang terdekat. Dengan menulis di fasilitas blogging seperti WordPress atau Blogspot tentu sama artinya dengan membagi tulisan kepada orang-orang di seluruh dunia. “Alangkah baiknya bila apa yang aku tulis hanya dibaca oleh orang-orang yang mengenalku saja”, pikir mereka.

Selain fasilitas Notes dari Facebook, adanya fasilitas Status dari Facebook dan keberhasilan Facebook menimbulkan kesan pada pengguna Facebook bahwa Status harus selalu diisi setiap kali pengguna mengalami hal yang baru dan ingin dibagikan kepada orang-orang terdekat membuat pikiran penulis selalu tertuang ke Status. Seringkali pikiran dan perasaan harus dibagikan ke orang lain agar tidak kepikiran terus. Dan Status memberikan fasilitas untuk itu. Alhasil banyak penulis jarang menuliskan pengalaman-pengalaman hidupnya ke blog. Selain Facebook, Twitter nampaknya juga menjadi biang keladi dalam meredupkan cahaya blogging di lingkunganku. Booming dari keduanya telah memberikan dampak yang luar biasa di dunia blogging.

Tapi tentu saja, masih ada orang-orang yang suka men-share banyak hal ke dunia serta hobi menulis seperti aku. Orang-orang yang akan meneruskan semangat blogging dan membagikan hartanya yang tidak akan berkurang bila dibagikan. Hidup Blogging!!!
:D

April 20, 2010