Previous Links:

Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5

23 months after Part 5 writen.
Wow, gak nyangka aku akan secepat ini untuk menuliskan sequel dari Mikirin Ceweeeeek Mlulu. Di balik kenyataan bahwa aku sedang ingin fokus untuk meraih cita-citaku dalam satu dekade ke depan, entah kenapa aku ingin melanjutkan cerita yang dulu di dalam proses pencarian soulmate. Barangkali karena aku seringkali mendapat sms dari Fithrul Mubarok A.K.A. ItunkQ yang selalu ingin mendiskusikan fenomena pacaran dan jodoh yang ada di sekitar kami. Kami seringkali mendiskusikan mengenai sebab dan akibat dari suatu fenomena pacaran dan jodoh di sekitar kami, bahkan kami sempat bergurau, jikalau kami terus-menerus membicarakan fenomena-fenomena tersebut bisa-bisa kami berdua akan menuangkan dalam sebuah buku, and I think it will be a nice book LOL

Anyway, kali ini aku akan membicarakan salah satu hal yang sering aku dan ItunkQ bicarakan, yakni hal-hal yang membuat kita tertarik. Pada suatu ketika ItunkQ merasa heran, kenapa ya koq seringkali ada cewek yang bener-bener high quality jomblo tapi malah gak ada cowok yang mau deketin? Atau, kenapa ya meskipun ada cewek yang anaknya baik, pinter, cantik dan kaya tapi aku malah gak tertarik? (kata ItunkQ). Itu adalah isu yang sangat menarik untuk diperbincangkan, pikirku. Pada dasarnya aku dan ItunkQ memiliki banyak persamaan dalam mencari jodoh, salah satu persamaan itu adalah “selektif”. Kami berdua tidak sekedar mencari bibit, bebet dan bobot belaka. Ada suatu kualitas tertentu pada seseorang yang dapat menimbulkan ketertarikan pada orang tersebut, meskipun bagiku dan bagi ItunkQ kualitas tersebut boleh jadi berbeda. Jika dipikir-pikir, dalam mencari pasangan memang orang tidak bisa langsung saja jatuh cinta, paling-paling juga cuman crush atau infatuated. Makanya IMHO aku berpikir konsep mendekati orang yang keliatannya menarik tapi belum dikenal sama sekali adalah konyol. Bagaimana mungkin bisa mendekati orang yang belum dikenal sama sekali padahal belum yakin kita jatuh cinta atau tidak? Makanya aku berpikir bahwa jalan terbaik sebenarnya memperluas pertemanan saja titik! Pada nantinya, jika kita berteman kita pasti cepat atau lambat dapat mengetahui sifat-sifat yang sebenarnya, itu merupakan perkenalan yang lebih baik IMHO, ketimbang pdkt yang isinya cuman jaim-jaiman dan gak keliatan sifat aslinya, eh setelah jadian baru keliatan belangnya dan malah jadi illfeel. Mau gak mau jalan terus karena jatuh cinta, padahal sebenernya ngrasa gak sreg. Anda tahu, setiap antar teman itu selalu menjaga jarak yang ideal, jarak ini selalu ditentukan oleh chemistry antara kedua orang teman tersebut, semakin kuat chemistry-nya akan semakin dekat kedua orang tersebut. Semakin incompatible maka semakin jauh jaraknya. Jika jarak antara keduanya sudah sangat dekat, bukan hal yang mustahil jika kedua orang itu menjadi pasangan hidup (di sini saya membicarakan tentang dua orang teman yang beda gender), dan pada kenyataannya banyak peristiwa tersebut yang terjadi.

Whew, keknya sedikit melenceng dari apa yang mau aku omongin sebenernya -_-…
Sebenernya di sini aku mau ngomongin soal quality of interest. Mau cewek mau cowok ternyata gak beda-beda amat kalau soal milih pasangan, ketimbang bedanya sebenarnya jauh lebih banyak samanya. Salah satu hal yang sama adalah pertimbangan “Apakah orang ini punya pribadi yang menarik atau gak?”. Setiap orang pasti sudah punya jodohnya masing-masing, itu sudah janji Yang Maha Kuasa. Menariknya, ternyata janji tersebut ternyata terealisasikan dalam bentuk ketertarikan yang spesifik dan kecocokan. Perihal kecocokan sudah aku perbincangkan di Mikirin Ceweeeeek Mlulu Part 4 & 5, sekarang saatnya membicarakan tentang ketertarikan yang spesifik. Jadi, kembali ke cerita di waktu awal, kenapa aku dan ItunkQ sama-sama tidak tertarik pada cewek yang baik, pinter, cantik dan kaya? Alasannya simple saja, karena pada cewek tersebut tidak ada kualitas yang dapat membuat kami tertarik, aku menyebutnya dengan quality of interest. Quality of interest aku definisikan sebagai suatu kualitas entah dari segi fisik, emosi, mental, spiritual, material maupun keturunan yang dapat menimbulkan ketertarikan pada orang lain, ketertarikan di sini bersifat luas, bisa hanya sekedar menarik untuk dijadikan teman, sebatas kekaguman, mengidolakan, atau bahkan jatuh cinta. Seringkali quality of interest inilah yang menyebabkan orang menjadi jatuh cinta. Quality of interest ini bagi setiap orang berbeda, dan jangan salah, quality of interest tidaklah selalu hal-hal yang positif dari seseorang, ada banyak fenomena yang menunjukkan ternyata justru hal-hal yang negatif dari seseoranglah yang justru menjadi quality of interest. Quality of interest misalnya adalah smart, hemat, elegan, manja, nekat, males, berwibawa, jujur, urak-urakan, dll.

Anda mungkin tidak percaya kalau quality of interest itu ada juga yang negatif. Aku dulu pernah membaca di sebuah forum, kenapa cowok-cowok yang di forum banyak yang suka cewek yang manja. Ternyata alasannya simple, karena cowok suka merasa dibutuhkan dan berguna. Contoh lain adalah males, kenapa seseorang suka nyari pasangan yang malesan, ternyata karena orang itu juga males dan gak suka disuruh-suruh, selain itu orang tersebut ternyata menyukai kebebasan.

Terakhir, quality of interest lah yang membuat anda berkata, si Dia memiliki kepribadian yang menarik. Padahal menurut orang lain kepribadiannya biasa-biasa saja. Well, it was said that beauty is on the eye of the beholder :D

May 3, 2010