Dengan segala kerendahan hati, aku sadar bahwa di dalam diriku banyak hal yang jarang dimiliki orang, baik itu kualitas monodisipliner maupun kualitas multidisipliner. Dalam beberapa hal memiliki kualitas-kualitas tersebut menyenangkan memang. Seringkali orang-orang banyak mengenalku karena kualitas-kualitas tersebut, akupun juga sering mendapat amanah karena kualitas-kualitas tersebut. Di sisi lain ternyata memiliki kualitas yang tidak dimiliki orang-orang di sekitarku ternyata membuatku merasa kesepian, kalau bingung mau tanya siapa, punya masalah dipendam sendiri. Dan belakangan ada satu hal yang terus melintas di benakku terkait dengan kualitas yang aku bawa, yakni penerusku. Siapa yang akan meneruskan perjuanganku dan mewariskan kualitas yang kumiliki di fakultas Farmasi UGM ini? Tak lama lagi aku akan meninggalkan fakultas tercinta ini, membawa serta kualitas-kualitas yang telah kukumpulkan sejak lama, kecuali… bila aku berhasil mewariskannya kepada adik-adikku…

Yah, aku tahu, memang kedengarannya konyol… tapi memang begitulah yang kurasakan, mungkin ini adalah salah satu bentuk rasa tanggung jawab dari suatu kekuatan. Aku sudah sering mendengar “Great power will always comes with great responsibility”. Selain itu, aku memang naturally suka membagikan ilmu-ilmu yang kumiliki, terutama ilmu-ilmu yang jarang dimiliki orang-orang (khususnya di fakultas farmasi). Alhamdulillah, dengan bergabung dengan organisasi-organisasi di sini aku bisa menyalurkan beberapa ilmuku, utamanya kepada teman satu departemen atau divisi. Selain itu, ketenaranku dalam suatu cabang ilmu membuatku sering menjadi rujukan atau tempat konsultasi bagi adik-adik kelasku yang membutuhkan bantuan di bidang keahlianku. Aku harap, dengan mentransfer ilmuku di fakultas ini ilmu tersebut tidak punah, atau bahkan malah berkembang.

Ah, aku jadi ingat, di satu sisi aku sebenarnya takut bila bidang ilmu yang aku pelajari tidak dikenal lagi disini atau dan bahkan dipandang sebelah mata. Aku takut bila bidang ilmu yang aku cintai tidak disadari pentingnya atau tidak dimaknai dengan benar. Dan jangan sampai lah ada missing link yang akan menyebabkan generasi selanjutnya yang ingin mempelajari ilmu yang pernah kupelajari akan mengalami kesulitan dalam mempelajarinya. Mungkin ini cuman sekedar ego-ku belaka sebagai seseorang yang haus akan ilmu. Tapi ini pun untuk kepentingan fakultas Farmasi UGM tercinta juga.

Beberapa bidang ilmu seperti CADD (Computationally-Aided Drug Design), Linux (utamanya penggunaan command prompt & BASH), Pemrograman, Administrasi Web adalah yang paling ingin kuwariskan kepada adik-adikku. Namun ternyata sulit mencari pewaris yang sesuai, yah aku maklum karena setiap orang punya interest yang berbeda. Permasalahan lainnya adalah orang yang memiliki interest yang serupa belum tentu dapat mengenal/bertemu satu sama lain. Biasanya setiap orang mengenal/bertemu satu sama lain karena memiliki setidaknya satu kesamaan lain, atau karena mendapat rujukan dari orang lain. Contoh yang menarik adalah pertemuanku dengan Fajar Setyo Wibowo anak PST ’07, awalnya kami bermain ping-pong bersama meski tidak kenal satu sama lain, setelah beberapa kali main ping-pong bersama barulah kami berkenalan. Usut punya usut ternyata Fajar pun juga suka dan ahli menggunakan komputer. Sehingga suatu ketika saat pak Ari menawarkan proyek (yang berkaitan dengan CADD)untuk anak-anak angkatan bawah akupun menawarkan Fajar. Meskipun aku tidak bisa menurunkan semua ilmu CADD-ku kepada dia at least ada penerus yang mencintai bidang tersebut.

Memang sulit mencari penerus bila kitanya sendiri nyentrik dan selalu berjalan di tepian utamanya bila suka bermain-main di Cutting-edge technology. Sekarang aku cuman bisa berharap dan terus mencari adik-adik kelasku yang mau menjadi penerusku.

May 23, 2010