Siang ini (16 Agustus 2010) aku sempat bercakap dengan ItunkQ (Fithrul Mubarok), awalnya kami berbincang tentang pyrotechnic, ilmu yang mempelajari api, serta sifat-sifatnya seperti cahaya, suara yang dihasilkan, warna, asap yang dihasilkan, suhu yang dihasilkan, kecepatan pembakaran, dll. Kami berbincang tentang pyrotechnic karena aku baru saja memperlihatkan video hasil download-anku, video tersebut berjudul National Geographic – The Secret World of Fireworks. Sedari dulu aku sangat tertarik dengan pyrotechnic, pyrotechnic adalah hobiku saat aku masih SMA dulu, aku masih ingat aku dulu membeli belerang dan Sendowo (Kalium Nitrat) di toko kimia atau di pasar untuk membuat berbagai macam campuran kembang api. Favoritku adalah mesiu, bom asap dan bursting powder. Dengan peralatan yang seadanya aku bisa membuat berbagai macam campuran kembang api. Jika dipikir-pikir konyol juga seringkali aku mengganggu tetangga dengan asap berbau belerang :p, tapi sangat menyenangkan bisa membuat mesiu, bom asap, bursting powder, dll. Aku dulu bahkan memiliki begitu banyak artikel mengenai pyrotechnic. Jika bahan-bahannya bisa kudapatkan maka akan segera kupraktikkan, dan seringkali dengan melakukan variasi terhadap langkah pembuatan maupun takarannya untuk kemudian dibanding-bandingkan mana kira-kira yang memberikan hasil yang menarik.

Saat aku bercerita panjang lebar tentang pyrotechnic ItunkQ sempat nyletuk, “Ada gak jurusan pyrotechnic?” Lalu aku jawab tentu saja tidak, hal seperti itu dipelajari secara otodidak. Lalu dia berkata, “Kalau di Indonesia memang jarang kayak begituan tapi emang ada. Nah kalau mempelajari mesin tertarik gak?” Entah kenapa tiba-tiba dia bertanya tentang mesin, mungkin gara-gara kata technic dalam pyrotechnic. Lalu aku jawab tidak, kemudian dia berkata “Padahal kalau mesin khan bukannya kesannya lebih ‘wah!’ dan lebih nyata hasilnya”. Tiba-tiba aku jadi teringat kepribadianku yang cenderung menyukai hal-hal yang bersifat abstrak. Dan aku juga jadi teringat perbandingan antara ilmu-ilmu abstrak dan ilmu-ilmu konkrit. Harus kuakui aku memang sangat tergila-gila pada ilmu-ilmu yang bersifat abstrak. Sintesis obat, CADD (Computationally-Aided Drug Design), biokimia, biologi molekular, mekanika kuantum, dll. Sebagai tipe 5 dalam enneagram aku memiliki kemampuan untuk mensintesis hal-hal yang di luar pengalaman sehari-hari dalam kepalaku. Dan aku sangat menyukainya, karena mengerjakan hal-hal yang sulit memberikan kesenangan tersendiri. Dan konyolnya di sisi lain ternyata aku sangat lemah dalam mensintesis interaksi sosial di sekitarku mungkin karena aku lebih terfokus ke head ketimbang heart. Jika saja aku lebih terfokus pada heart mungkin aku bisa mensintesis segala perasaan dan mensintesis interaksi sosial dengan mudah :p.

Di dalam dunia nyata abstract-knowledge pada umumnya memang tidak bisa diterapkan secara langsung. Bermain-main dengan abstract-knowledge berarti bermain-main dengan building blocks, dan itu artinya hanya akan menghasilkan produk berupa “mainan baru” yang harus dikombinasikan dengan mainan-mainan lainnya untuk kemudian diuji coba praktikalitasnya di dunia nyata. Contoh mudahnya adalah CADD dan Sintesis obat. Di dalam CADD kita mencari tahu struktur seperti apa yang kira-kira memungkinkan untuk dijadikan obat serta memungkinkan untuk disintesis. Kemudian dengan sintesis akhirnya berhasil didapatkan senyawa yang kita inginkan (Setelah dilakukan elusidasi struktur tentunya). Oke, jadi senyawa baru yang “diduga” memiliki sifat obat telah didapatkan, lalu apakah senyawa tersebut memiliki kegunaan bagi masyarakat di luar sana? Jawabannya tentu saja tidak, atau kemungkinan kecil belum. Diperlukan begitu banyak concrete-knowledge untuk memastikan obat tersebut memang berguna bagi masyarakat. Dibutuhkan ilmu Farmakologi untuk memastikan khasiat obat tersebut dan bagaimana obat tersebut bekerja, dibutuhkan ilmu farmakokinetik untuk memastikan bagaimana obat tersebut beredar dalam tubuh dan seberapa cepat obat tersebut tereliminasi dalam tubuh, dibutuhkan ilmu toksikologi untuk memastikan obat tersebut aman saat diminum pada kisaran dosis efektif baik pada jangka pendek maupun jangka panjang, dibutuhkan ilmu formulasi sediaan agar obat tersebut bisa diterima oleh masyarakat baik dari segi rasa, bau, metode penggunaan maupun estetika. Itulah sebabnya kenapa CADD dan sintesis obat seringkali disebut sebagai ilmu hulu sedangkan ilmu marketing merupakan ilmu hilir karena ilmu marketing merupakan ujung tombak (baca: garda depan) perusahaan farmasi. Manakah yang lebih penting? Pada dasarnya keduanya sama-sama penting dan bersifat esensial, karena tanpa CADD dan sintesis obat maka tidak ada obat yang dapat dipasarkan, dan tanpa ilmu pemasaran yang baik maka obat-obat yang telah dengan susah payah diproduksi tidak terjual dengan baik.

Satu fakta yang menarik dari dunia abstrak adalah jauhnya dunia tersebut dari dunia nyata (pengalaman sehari-hari dan praktikalitas). Hal ini berbanding terbalik dengan dunia konkrit yang bersifat realistis dan praktikal. Sebagai akibat tidak langsungnya kebanyakan orang yang berkecimpung di dunia abstrak adalah orang-orang idealis, sedangkan orang-orang yang berkecimpung di dunia konkrit adalah orang-orang realis. Contoh nyata di kampusku adalah kolega-kolegaku yang mengambil skripsi sintesis. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang idealis, eerr… meskipun ada perkecualian seperti Jimmy, kawanku yang mengambil sintesis dan CADD. Namun pada kenyataannya itu bukanlah bidangnya, Jimmy adalah businessman sejati, FYI dia adalah Chinese. Dan seperti kebanyakan Chinese lainnya Jimmy adalah orang yang sangat realistis dan belajar dengan melakukan, no wonder that most Chinese in here are good in marketing and business.

Merujuk ke postinganku yang ini nampaknya kemampuan orang untuk mengangkat limitasi dan bergerak semakin menjauh dari titik setimbang memang sangat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir jauh dari pengalaman sehari-hari (abstrak). Dan aku rasa itu adalah alasan yang tepat mengapa jarang sekali ada orang yang mau mempelajari Mekanika Kuantum, apalagi secara otodidak sepertiku. Mekanika kuantum adalah ilmu yang benar-benar jauh dari pengalaman sehari-hari, I mean, how could you imagine that a light and electron are both wave and particle at the same time? How could you imagine that electron is everywhere at the same time around the nucleus? Most normal people (realistic people) will think that it is a sheer madness!

Harus kuakui, aku tidak tahu apa ilmu paling konkrit di muka bumi ini, tapi aku tahu pasti bahwa mekanika modern (relativitas dan mekanika kuantum) adalah ilmu paling abstrak di muka bumi ini :p.

Sebagai penutup ilmu abstrak adalah ilmu yang membutuhkan manuverabilitas mental yang luar biasa, memiliki kegunaan secara tidak langsung dan oleh karenanya merupakan ilmu hulu. Selain itu ilmu abstrak merupakan ilmu yang biasanya digandrungi oleh para idealis. Di sisi lain ada ilmu konkret yang bersifat sangat realistis dan memiliki kegunaan langsung dan oleh karenanya merupakan ilmu hilir. Ilmu konkret biasanya digandrungi oleh para realis.

Me? I’m just a pragmatic-idealist, an idealist who’s trying his best to bring his idealism into practical use :D

August 19th, 2010