Meskipun diriku sudah memutuskan bahwa aku sudah tidak membutuhkan mesin waktu lagi namun belakangan aku sempat merenung “Jika aku punya kemampuan yang kumiliki sekarang saat aku pertama kali kuliah kira-kira apa yang akan terjadi ya?”. Pikiran yang konyol, tapi cukup membantu untuk memulihkan diriku dari depresi berkepanjangan setelah sekian lama mengerjakan Tinjauan Pustaka yang gak jelas endingnya, udah satu tahunan baru aja rampung -_- …

Jika aku perhatikan diriku yang sekarang memang seperti yang dibilang Gilang saat buber PIO tadi “Weh?! Bukané kowe Monsteré PIO yo?”. Ya, harus kuakui dari segi pengalaman dan skill aku yang sekarang jauh jauh jauh di atas aku yang saat baru masuk Fakultas Farmasi UGM tercinta ini. Acquired knowledge so far : Networking, GNU Linux, Sistem Operasi, Corel Draw, Photoshop & GIMP, WordPress, Pemrograman (PHP, Python, Bash, Gawk, WAP dan XHTML), Psikologi(Psychosis, Enneagram, MBTI, Physiognomy), PDKT, Practicality, Biologi Molekuler, Biokimia, Mekanika kuantum, Molecular Dynamics, Homology Modelling, Molecular Docking, A little bit of Japanese and Deutch, sedikit bahasa jawa kromo, Immunology, Leadership, piranti lunak kimia komputasional (MOE, VMD, NAMD, MarvinBeans, AutoDock, PLANTS, Chimera, YASARA, Modeller, OpenBabel), Server Technologies (FTP & SFTP, SSH, Apache, MySQL, Webmin, Web hosting, CPanel, Virtual Private Server, Linux CentOS), Lockpicking, Open Source Culture, A little bit Hacking (Server Fingerprinting, Network Enumeration, Sniffing and Web Application hack), Reverse Engineering, RDBMS (Relational DataBase Management System), Computer & Network Troubleshooting, X-Ray Crystallography, Bioinformatics, Philosophy (East vs West Drug Discovery & Open Source), Words (‘sante wae dab!’, semangat, ‘jadi orang jangan terlalu serius’), My Four Main Principle (Darkness, Joy, Future and Nothingness), Pingpong, Project vs Operation, Cheminformatic, Virtual Machine (CoLinux & Qemu).

Kalau mikirin seandainya aku yang dulu sekuat sekarang geli rasanya wakakakakak… malah ngosak-ngasik. Ato mungkin tidak karena aku pasti dapat cobaan yang lebih hebat saat itu. selama aku hidup emang ternyata cobaan itu meningkat seiring dengan meningkatnya kemampuan kita dan tiap cobaan yang diberikan itu udah sesuai dengan tingkat kemampuan kita. Suatu bukti tidak langsung keberadaan Tuhan YME.

Dan kalo dipikir-pikir keren juga, dalam jangka waktu 5 tahun ternyata aku udah belajar begitu banyak. Sesuai dengan mottoku yang tertuang dalam buku angkatan “Never Ending Investment!!!”. Tapi setiap investasi memang tidak gratis, ada harga yang harus dibayar. Sesuai dengan hukum pengorbanan “For everything you get you lost another thing and for everything you miss you got another thing” (Aku lupa siapa yang nulis kata-kata ini). Dampak yang paling terasa dari investasi besar-besaran ialah menurunnya produktivitas. Harus kuakui produktivitasku memang tidak sebaik kolega-kolegaku, bahkan sebenarnya jauh di bawah rata-rata. Di sisi lain memang aku nampak menonjol karena beberapa skill-ku. Terkadang sempat terpikir juga, apakah semua investasi yang kulakukan benar-benar worth it? Sulit juga untuk menjawab pertanyaan itu. Kalo boleh jujur memang sulit menjalani hidup di mana kau melakukan begitu banyak hal namun kau tidak menunjukkan pencapaian apapun. Sense of satisfaction dan sense of completion, aku “jarang” mendapatkan kedua hal tersebut. Tapi aku merasa beruntung karena aku ternyata masih waras meski dalam kondisi yang seperti ini. Entah bagaimana kalau orang lain berada dalam kondisi yang sama.

Di sisi lain ini adalah introspeksi untukku, karena di dunia kerja nanti aku tidak boleh berkompromi dengan produktivitas demi skill semata. Aku harus belajar mengurangi investasi demi meningkatkan produktivitas. Gak sabar pingin bekerja di industri farmasi.

Semangat!!!!

September 04th, 2010