Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam Sejahtera bagi kita semua

Wahai teman-temanku PST’05 yang kucintai dan kubanggakan, meskipun saya selaku Paketu tidak diminta untuk menulis kata-kata untuk mengisi halaman di buku Angkatan ini, namun saya merasa kurang sreg bila tidak memberikan kata-kata perpisahan.

Wahai teman-temanku PST’05 yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik, pertama-tama, saya selaku Paketu ingin mohon maaf atas segala kekhilafan saya dalam mengelola segala bentuk sumber daya di PST’05 baik yang tangible maupun yang intangible. Dan saya juga mewakili kabinet PST’05 bersatu (Dari wakil ketua, Sekretaris, Bendahara hingga tukang foto copy) mohon maaf bila terdapat alpa/cela dalam pelayanan kami, kata orang di belahan bumi yang lain “Well there’s no such thing as uncracked ivory.”.

Teman-temanku… Atau mungkin lebih tepatnya, my Brothers & Sisters, banyak yang telah kita lalui bersama baik dalam kelas, di laboratorium, di taman, maupun di luar kampus. Dari kuliah yang membosankan, barang pecah di lab, copy-paste laporan, mengerjakan tugas saat hampir deadline, maju presentasi dan dibantai, tersesat (disesatkan lebih tepatnya) di hutan, Jualan parcel, mampir-mampir ke Industri. Itu semua hanyalah potongan kecil dari momen-momen berharga kita, momen-momen yang telah menyatukan kita semua menjadi sebuah keluarga besar. Apa itu keluarga? Keluarga ternyata tidak harus memiliki hubungan darah, keluarga yang sebenarnya terikat oleh cinta. Dari mana cinta itu timbul? Ternyata cinta itu timbul dengan sendirinya saat kita berbagi… berbagi waktu, perasaan, cerita, tenaga, cemilan, seberkas kertas, tinta, telinga, mulut, pulsa, dan masih banyak hal lain yang telah kita bagi bersama. Dengan menghilangkan sekat-sekat golongan, materi, agama, budaya dan garis keturunan akhirnya kita dapat bersatu dalam satu wadah, yakni PST’05.

Saya merasa sangat bersyukur, meskipun di setiap golongan memiliki budayanya masing-masing, dari golongan 1 yang lucu-lucu dan rendah hati, golongan 2 yang fun iya, akademis iya dan organisasipun iya, golongan 3 yang penuh dengan orang-orang elit (terutama Prof Dunker), dan terakhir golongan 4 yang bhineka tunggal ika serta kompak di saat benar maupun salah, namun ternyata itu tidak memisahkan kita semua sebagai satu kesatuan. Mohon maaf karena selama ini cinta dan perhatian saya tidak terbagi dengan merata di semua golongan, maklum karena saya sudah diposisikan di golongan 4.

Terakhir, saya ingin berterimakasih yang sebesarbesarnya kepada keluarga PST’05 yang telah ikut bersatu-padu dalam menjaga persatuan, kedaulatan dan kebersamaan PST’05. Tidak lupa saya berpesan kepada semuanya, jangan lupakan masa kebersamaan kita, saat suka maupun duka… I’m gonna miss you all Brothers… Sisters…

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Best Regards,

Paketu PST’05

DitulisĀ  pada 26 Maret 2010 untuk mengisi selembar halaman dalam Buku Angkatan ’05 Farmasi UGM