Ada satu kalimat yang sering muncul di buku tentang pemrograman, yakni:

Good programmers are lazy person

Maksudnya? Mudah saja, umumnya programmer yang baik sangat mengutamakan skill dan kemudahan dalam pemrograman. Para programmer yang baik percaya bahwa mereka bisa “mengubah dunia” dengan beberapa baris perintah saja. Mereka selalu berusaha menulis sesedikit mungkin untuk merubah dunia, alhasil, mereka selalu melabeli diri mereka sebagai “lazy person”.

Anyway, kali ini diriku sedang tidak ingin membahas tentang pemrograman, programmer, dan semacamnya. Melainkan tentang hubungan terbalik antara pikiran dan semangat/ketelatenan. Seringkali kita temui di sekitar kita orang-orang yang cerdas namun rajin, dan juga sebaliknya (orang rajin namun kurang cerdas). Apapun itu, polanya selalu sama, yakni orang yang memiliki kebiasaan banyak berpikir umumnya cenderung malas dan menunda-nunda pekerjaan. Berpikir itu memang baik, namun dengan banyak berpikir atau bahasa kerennya bermain-main dengan ide justru menjadi counterproductive, atau bahkan menyebabkan analysis paralysis. Sedangkan sebaliknya orang yang lebih jarang berpikir justru lebih practical dan dapat mengerjakan tanpa khawatir sehingga pekerjaannya lebih cepat selesai. Mengutip kata Jeenie dalam The Breaker: New Waves

Idiots have it best… cause they don’t have any worries

Melihat bayangan diriku sendiri harus kuakui, diriku adalah golongan yang pertama, yakni orang yang banyak bermain-main dengan ide-ide dalam duniaku dan melakukan simulasi-simulasi yang tak terhitung jumlahnya namun jarang dieksekusi, sehingga secara alami diriku pun lemah dalam hal eksekusi.

Wouldn’t it best to have it both? Absolutely! Menyadari kelemahanku itu dan menyadari betapa abstraknya kemampuan dan mentalku aku sadar bahwa diriku perlu untuk mengembangkan mental dan kemampuan konkrit. Aku sadar bahwa aku perlu untuk lebih fokus pada eksekusi atau bahasa kerennya action-oriented. Memang pada awalnya hal ini cukup sulit bagiku, but in the end, it’s just the matter of mindset. :)

 

June 11, 2012

Muhammad Radifar