Sesuai dengan sunah Rasul, jalan pulang haruslah berbeda dengan jalan yang digunakan saat berangkat :hammer. Oleh karenanya aku pun menggunakan jalan yang berbeda saat pulang dari kampus. Jalur yang biasa kupakai kalau badan gak bermasalah ialah via ringroad utara, Seturan, lalu Babarsari. Entah kenapa aku suka sangat dengan jalur ini, pemandangannya dan udaranya yang lebih nikmat mungkin? Entahlah… Padahal sebenernya kalau dihitung tambah jauh sekitar 3-4 km.

Anyway, dalam beberapa bulan terakhir ini aku punya kebiasaan baru setiap kali lewat Seturan, yakni mendahului mobil-mobil serta motor-motor di sana. Padahal sebenernya kecepatan motor dan mobil di sana gak pelan-pelan amat loh, perkiraanku sih (rata-rata) di kisaran 40-50 km/jam. Tapi karena jalanannya yang dronjong (menurun red.) dan gigi sepedaku berada di posisi terberat memungkinkanku untuk selalu menggunakan akselerasi & kecepatan tertinggi. Tadi sore aja berapa belas mobil dan berapa puluh motor yang kusalip di Seturan hahahaha.

Kedengarannya nekat dan nyleneh emang, dulu aja pernah ada orang naik motor boncengan sempet kedengeran nyletuk “hah?! disalip sepeda tuh!” hahaha, ntah apa yang ada di benak mereka tiap kali aku mendahului mobil/motor di sekitarku, apalagi saat aku menggunakan lajur tengah saat mendahului mereka. Sounds dangerous? Don’t worry, I’m a pro in biking :D

As long as my brake is still well I should be OK :D

June 29th, 2012

Muhammad Radifar