Posted by: dep05 | June 30, 2008

It is… KKN Time… ~ Off I go…

Sorry… sudah saatnya daku pergi hiks hiks hiks T-T…

Daku ‘kan pergi ke tempat yang jauuuuhhhh… sekali! Nggak… gak jauh amat sih… cuman di Klaten daerah Jatinom, deket tempatnya Napi… satu setengah jam perjalanan pake motor (satu jam kalo ngebut, dasar Leo bocah edan!!! Pake 90-105 km/jam mlulu!)

I’m leaving for 2 months… to add my experience… to vanish my thirst of power… and to fulfil my fucking duty as a college student hahaha…

Jadi mungkin aku akan menghilang sesaat dari dunia maya, mungkin juga aku tidak akan mengepost selama 2 bulan ini… tapi insyaAllah bila sempat khan kutulis ceritaku disana selama ber-fuckingKKNria disana hehe…

PS : Ini adalah posting pertamaku yang kutulis di luar rumah, gara-gara kompie-ku lagi rusak, sial! Jadi murni SPONTAN!!! Gak pake ngedit-edit dulu!

Seperti biasa, sebelum membaca tulisan ini anda diharapkan sudah membaca “Mikirin Ceweeeek Mlulu Part 1, Part 2,  Part 3 dan Part 4″ terlebih dahulu, mengingat mata kuliah tersebut adalah mata kuliah prasyarat sebelum mengambil mata kuliah ini ceritanya saling berkaitan satu sama lain. Tulisan tersebut dapat anda baca di blog saya di friendster (untuk yang part 4 ada di blog ini) yang mana link-nya terdapat di sebelah kanan blog ini.

9 months after part 4 written…

Setelah pencarian yang demikian lama, aku baru bener-bener paham dengan apa yang diomongkan bu Nunung dosen P.A.-ku… Omongan yang mana? Yaitu omongan yang “Kita harus memperluas jaringan kita dan berkenalan dengan sebanyak mungkin lawan jenis kita.” Belakangan aku baru mengerti alasan dibalik semua itu… Alasannya ternyata tidak sesederhana yang kukira dulu, dulu kupikir itu hanyalah sekedar pemercepat-pertemuan-dengan-soulmate-kita. Namun alasan yang sebenarnya tidaklah sesederhana itu, harus kuakui aku yang dulu terlalu lugu dan naif untuk menangkap makna sebenarnya yang sedemikian dalam. Memang dibutuhkan pengalaman yang banyak untuk menangkap makna sebenarnya, dan kini setelah hampir satu tahun berlalu dan banyak hal yang telah terjadi padaku, seberkas cahayapun mulai menyoroti paradigmaku yang dirundung dalam kegelapan.

Kini, setelah aku menggunakan cara yang bergerak yang benar-benar berbeda daripada aku yang dulu (thx to u :) , aku yang sekarang lebih fleksibel. Sebagai akibatnya lambat namun pasti, aku mulai menemukan potongan-potongan yang diperlukan untuk menemukan makna-makna tersembunyi dalam ayat-ayat yang kuterima dari orang-orang disekitarku. Dan ayat yang ingin kuangkat adalah ayat yang kudapat dari dosen P.A.-ku.

Beruntung sekali… aku kuliah di dunia dimana stok ceweknya melimpah, aku kuliah di fakultas farmasi dimana cowok : cewek = 1 : 7. Sayangnya kini setelah masuk jurusan FSI perbandingannya jadi 1 : 5 hahaha… Loh?! Apa hubungannya cewek yang melimpah dengan omongannya bu Nunung? Mmm, gini lho jeng… untuk mengaplikasikan apa yang diomongkan bu Nunung aku khan musti kenalan dengan banyak cewek, nah caranya tentu dengan pergi ke luar fakultas. Lha aku khan punya banyak keterbatasan, apa lagi dengan kepribadianku yang kek gini. Nah, karena disini dah ada banyak cewek jadinya rasanya gak perlu keluar-keluar lagi khan? Hahahaha… Jadi inget omongan pak Sudjadi pas kuliah rekayasa genetika, beliau pernah ngomongin tentang salah satu mahasiswanya yang saat sedang pretest praktikum analisis farmasi ditanyai perihal jodoh, mahasiswanya itu malah ngomong “gak usah nyari diluar pak, di sini khan dah banyak”. Tahukah kamu? Mahasiswa yang dimaksud pak Sudjadi itu aku! Wakakakakak

Dengan banyaknya cewek disini aku mulai bisa belajar berinteraksi dengan berbagai macam cewek. Dari situ sedikit demi sedikit aku bisa melihat mana sifat-sifat yang kusukai dari seorang cewek dan mana yang tidak tapi bisa kutolerir sampai sifat yang tidak bisa kutolerir sama sekali. Output akhirnya? Tentu saja cewek yang kuidamkan… Dengan mengumpulkan sifat-sifat yang kusuka dan menghilangkan yang tidak kusuka akupun mulai membangun model dari cewek yang kuidam-idamkan selama ini.

Dan tahukah kamu? Aku baru bener-bener menyadari hal itu gara-gara kuliah farmakokimia 2 yang pas itu diampu oleh pak Ari. Pas itu pak Ari menjelaskan tentang Structure-Based Drug Design. Di dalam Structure-Based Drug Design ada teknik yang namanya de novo Design, teknik apakah itu? Itu adalah teknik dimana kita mengumpulkan potongan-potongan molekul yang sesuai dengan bagian-bagian tertentu dari binding site pada protein (lihat gambar). Dari sedemikian banyak potongan molekul yang sesuai tersebut kita sambung-sambung. Pada kenyataannya ada berbagai macam ikatan antara molekul substrat dan enzim/reseptor, selain itu bentuk molekul substrat yang khas, dan bentuk binding site dari enzim/reseptor yang khas menyebabkan adanya ’spesifisitas ikatan’. Voila! The miracle of enzime! :)

Dan tahukah anda? Bahwa hubungan antara dua insan itu serupa dengan ikatan enzim-substrat. Anda tidak percaya? Mari saya ‘paksa’ anda, agar anda mau percaya. Pada dasarnya ikatan antara dua insan disebabkan oleh adanya kemiripan dan perbedaan. Hal yang serupa juga terjadi pada enzim-substrat. Pada interaksi enzim-substrat, terdapat berbagai macam ikatan/interaksi. Yakni ikatan hidrogen, ikatan polar, ikatan non-polar/hidrofobik, interaksi phi. Ikatan hidrogen dan ikatan polar merepresentasikan ‘ikatan akibat perbedaan’, karena ikatan ini terjadi akibat dua bagian yang bertolak belakang, dimana pada ikatan hidrogen terjadi akibat adanya atom yang amat elektronegatif dan atom hidrogen yang terikat pada atom yang amat elektronegatif, sedangkan ikatan polar terjadi akibat dua atom yang bermuatan berlawanan satu sama lain sehingga saling tarik menarik. Ikatan hidrofobik dan interaksi phi merepresentasikan ‘ikatan akibat kemiripan’, karena ikatan hidrofobik terjadi akibat pertemuan dua gugus yang tidak bermuatan, sedangkan interaksi phi terjadi akibat pertemuan dua gugus elektron ikatan phi (biasanya dalam bentuk gugus aromatik).

interaksi enzim substrat

Ikatan-ikatan pada enzim-substrat tersebut merepresentasikan kecocokan antara dua insan. Dan kecocokan itu dapat disebabkan oleh adanya perbedaan (mis. yang satu sangat pemarah dan yang satu lagi penyabar, yang satu fotografer yang satu lagi model) dan bisa juga disebabkan oleh kemiripan (mis. sama-sama suka berorganisasi, sama-sama penyayang binatang). Namun tentu saja ada satu hal lagi yang sangat vital yang perlu diperhatikan, apakah hal itu? Hal itu adalah prinsip, standar dan nilai-nilai kehidupan yang dibawa setiap insan. Adalah percuma jika terdapat banyak kecocokan namun dalam hal prinsip, standar dan nilai-nilai kehidupan ternyata tidak sejalan (bukan sekedar berbeda, karena perbedaan prinsip, standar dan nilai-nilai kehidupan boleh berbeda selama masih bisa saling mentolerir satu sama lain). Hal yang sama terjadi antara enzim dan substrat, analogi dari prinsip, standar dan nilai-nilai adalah kerangka dasar/backbone dari substrat dan bentuk 3D dari binding site. Jika gugus-gugus yang benar menempel pada bagian yang salah dari kerangka dasar tentu kecocokan yang ada menjadi tidak berguna, bentuk kerangka dasar yang salah (terlalu panjang/pendek, atau melengkung ditempat yang salah) juga tidak berguna karena ikatan dengan enzim tidak akan fit.

Nah, sekarang bagaimana cara mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari? Sependek yang saya tahu, berdasarkan dua buku yang pernah saya tahu yakni Making Love Happen karya Bart A. Bagget dan Dating for Dummies karya Dr. Joy Browne, disitu terdapat sebuah kemiripan dibagian awal bukunya, apakah itu? Yakni mengenal diri sendiri dan mencari tahu apa yang kita inginkan. Hal ini benar-benar sesuai dengan de novo design, dimana pertama-tama kita harus mencari tahu residu-residu asam amino apa saja yang ikut berperan dalam binding site suatu enzim/reseptor. Mari kita analogikan si enzim/reseptor sebagai diri kita dan residu-residu asam amino tersebut sebagai sifat-sifat kita, sedangkan wujud 3D ruang binding site sebagai prinsip, standar dan nilai-nilai kehidupan kita. Jika kita ingin mencari tahu apa yang kita inginkan maka kita harus mengenali diri sendiri. Jika kita telah berhasil mengenali diri sendiri maka mencari tahu apa yang kita inginkan menjadi lebih mudah.

Second step… dalam pencarian ‘potongan-potongan’ yang diperlukan dalam menyusun obat, maka berbagai macam senyawa kecil dengan gugus tertentu dimasukkan untuk dilihat interaksinya dengan residu-residu asam amino dalam binding site. Jika energinya rendah (ikatan bagus/stabil), maka ‘potongan’ tersebut adalah kandidat untuk bagian obat yang akan kita susun nanti. Di dalam kehidupan nyata, kita dapat berinteraksi dengan sebanyak mungkin lawan jenis. Dari berbagai macam sifat yang kita temui, kita bisa memonitor perasaan kita untuk mengetahui apakah sifat seperti ini yang kita cari? Atau malah ilfil? Kemudian kita bisa mengumpulkan potongan-potongan itu menjadi satu, sehingga kita bisa mendapatkan ‘prototipe’ pasangan idaman kita. Tentu saja itu semua baru sebatas kecocokan dibanyak hal, namanya juga prototipe… ingat, ada hal fundamental yang harus diperhatikan. Yakni prinsip, standar dan nilai-nilai kehidupan kita. Perhatikanlah prinsip, standar dan nilai-nilai kehidupan kalian berdua, apakah sama atau berbeda? Jika sama tidak perlu dipertanyakan, namun jika berbeda? Lihatlah perbedaannya, jika masih bisa berjalan bersama maka lanjutkan. Tapi jika prinsip, standar atau nilai-nilai kehidupan yang dipegang masing-masing sudah bertolak belakang satu sama lain maka sudah tidak ada gunanya hubungan yang ada dilanjutkan, lebih baik sekedar teman daripada sakit hati.

de novo 2

Yang menjadi masalah sekarang adalah, cinta belum tentu cocok, dan cocok belum tentu cinta. But luckily, I’ve got the solution already. Stop or slow down ur feeling when u don’t know the one u’re attracted to. And build ur feeling when u know someone u’re compatible with ^^. Never ever got involved (crush or moreover… infatuated) before u know the real him/her! Once u got involved, u can’t use ur brain, trust me! Pada kenyataannya tentu saja tidak semudah yang kutulis barusan, tetapi aku sudah belajar cukup banyak, baik dari temanku, forum dan dari buku (my special thanx to Arko Java for the lesson ’bout how to slowing down the feeling, it really works! U’re genius Arko! Hahaha…). Dan lagi, ada range toleransi dari segi fisik, materi, lingkungan keluarganya, and the other “outer quality”. Ada kalanya meskipun kita merasa ada kecocokan tetapi dari segi “outer quality” kurang memungkinkan. Mmmm… inner quality is confusing enough, and there is outer quality also… so much things to calculate… ~.~

BTW, kita sebenarnya sudah mengaplikasikan ilmu ini tanpa kita sadari ^^, kalau anda tidak percaya, cobalah liat ke belakang hehehe… (kecuali kalau anda tidak pernah berminat mencari jodoh, atau tidak pernah serius mencari jodoh)

Sayangnya kita tidak mengaplikasikannya dengan benar… satu hal yang sering kali terlupakan… mencoba melihat ke dalam diri sendiri… jika anda tidak pernah mencari tahu apa yang ada dalam diri anda, maka anda tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya anda cari

Good Luck in Finding Ur Soulmate!

———appendix———-

de novo Design

1. Get the structure of protein. Know the amino acid that playing the role
2. Find the ‘pieces’ that fit to the amino acid
3. Assembly those pieces into one
4. Try to synthesize the drug LOL Hahahahaha…
Soulmate Finding

1. Recognize urself
2. Recognize what u want
3. Find what u want
4. Build the mutual feeling
PS : Don’t expect too high, there’s no such thing as “perfect human”, u must accept other’s limitation. Because that’s what tolerance for…

Posted by: dep05 | June 4, 2008

Extremely Saturated ~ Too Much Lesson…

Me : Yo! Metoo, its been a while…
Metoo : Yo! Long time no see…
Metoo : Come and sit
Me : Thanks (take a sit)
Me : Lets get to the point, I don’t have time to waste
Metoo : Hn? U’re in hasty aren’t u?
Me : Nope, its just that I don’t wanna talk about trivial stuff
Metoo : Ho? That’s not the usual u
Me : I know, I simply not in the mood
Me : Right now I’m in serious mode
Me : Don’t worry though, it just temporary
Metoo : So what is the matter?
Me : Lots of stuff happen to me…
Me : It makes my grow faster yet at the same time it saturating my mind into some extent…
Metoo : U mean ur mind got saturated?
Me : Yups…
Me : After considering what my lecturer says, I think she was right…
Me : All I need to do is simply balancing my input and my output
Metoo : What the heck? I don’t get what u say
Me : Well… As u can see
Me : My insatiable hunger of knowledge has led me into an unbelievably vast-knowledged man…
Metoo : Yeah… and so what?
Me : Well the problem is, I didn’t write nor that I spitting out my knowledge lots enough to counterbalance my input of knowledge…
Me : And somehow it affect my way of thinking, I feel like I can’t use my full potential…
Me : Mrs. Tatang used to say to all of us that we must learn how to balance our input and output
Metoo : Well u don’t have to write and speak as much as u read and listen right? That is nuts!
Me : Nah, the balance is… of course happen to be larger input rather than the output
Me : I’ve been looking at the past… on how much did I spitting out and writing what comes in my mind…
Me : It is true that I spitting it out alots in my class, yet it is not enough…
Me : Also… just posting for this blog is ain’t enough…
Me : Sometimes I envy of him…
Metoo : Who?
Me : The Professor…
Metoo : Hahaha, why?
Me : Well, from my point of view it seems like he managed through the balance…
Metoo : Well, don’t compare someone who’s not as “hunger” as u…
Metoo : Look at the good part, compared to him u’re have even more vast knowledge…
Me : Yeah… I’ve accumulated alots… not just in pharmaceutical stuff, but also in lots of discipline. I’ve got that kind of advantage…
Me : Yet from any friend that I have, he is the only one who could.. at least come close to my “hungerness”, yet still… he is not as hungry as I do…
Me : U know… so far, this superiority is a grace and a curse at the same time…
Me : There happen lots of time when being so strong is so annoying…
Metoo : Hey don’t say that, remember, the fact that u carrying that power means that God entrusting u to carry that power because God knows that u’re ready enough to carry that power like God knows that u’re not ready to be rich. Beside… God entrusting u to harnessing that power for the sake of mankind. Because… u’re one of the kind.
Metoo : Also remember, great power comes with great responsibility
Me : I DO! I do aware of that! The responsibility and the other stuff!
Me : But it is not always fun to carrying this overwhelming power!
Metoo : Tch! Don’t u remember?
Metoo : About 3 years ago u found that weakness is advantage and vice versa?
Me : Yeah I do…
Metoo : Which means that in the extreme case, every great advantage is also a great weakness.
Metoo : Or in other word, the great power will always be a grace and curse at the same time.
Me : It is… inevitable huh?
Metoo : Hey, that’s how life goes. Accept it buddy!
Me : Still, it is so annoying when seeing other’s limitation…
Metoo : Who? There are more than one?
Me : Lots of them…
Me : As funny as it sounds, most of them are my lecturer…
Metoo : Hn? Really?!
Me : Yeah… It is so annoying when I heard my lecturer saying about the wrong fact…
Me : It is unlike that I’m smarter that ‘em, its just that I know the fact that they don’t know the truth yet they still talk about it in their lecture…
Me : Well, as long as it has nothing to do with the lecture material I won’t be get too bothered. So I won’t interupt ‘em.
Metoo : Are u mad of ‘em?
Me : Naahhh, since it’s happen so often I’ve learn to forgive other’s limitation.
Me : Beside, I want to be forgiven by other for my limitation.
Metoo : That’s nice…
Me : Yeah, I don’t wanna be so much in resentment since it’s “eating” me bit by bit…
*pause*
Me
: Thanks Metoo, that was relieving…
Metoo : Anytime buddy, anytime…
Metoo : BTW, what u’re gonna do?
Me : Dunno, I haven’t think about that. Perhaps write more, since it is much easier than talking with others due to my introverted personality :P
Me : Act 1st think later hahaha…
Metoo : Hahaha…
Me : Sayonara da…
Metoo : Bye…

01:15 am – June 4th 2008

It’s true…
We’re carrying lots of similarities…
U & I…
U and I are at the same laziness
U and I are proscastinator
U and I are kinda stubborn, though I’m more open-minded than u
U and I are the same level on workshop skill
U and I are lack in self-control capability

But u… u have a big ego, and ur ego is so fragile, while I’m not!
U don’t have any idea in “efficiency in every small thing”, and I’m applying efficiency in every stuff
U love to lie, while I hate lies in first place!
U’re choleric-sanguine while I’m phlegmatic-sanguine
U love to blabbering about urself and I don’t
Sometimes when things got wrong, u always looking for someone to blame, u don’t always need to find someone to blame when thing goes wrong. Sometimes the situation is out of control, and there’s nothing that we can do.
And it always pissing me off when u don’t wanna be blamed for every mistake that u’ve made… Can’t u say “I’m sorry, I’m making a mistake”? U can’t even say “Hey, I’m making a mistake” don’t u?
Yet… U always yelling at me when I’ve don’t something wrong, well… it’s okay, but it’ll pissing me off when u’re using some lame reason! At least think before u speak!

And in my eyes… frankly speaking, u’re look childish despite ur age is much older than mine, the only advantage that u have is only ur experience. But seems like u grow so slow, it is as if I almost surpass u…

U knew so much about me yet u know nothing at all about me at the same time… But I… I can read through u, u’re so easy to read…

Too bad that we got to meet everyday, aahhh… I’m looking forward to get my job, get a wife and having my own house, so we won’t meet everyday…

And now… I won’t show my hatred and resentment to u, coz GOD teach me not to… All I wanna do is… erase our resemblance…

Thus… I make a promise to myself… “From now on, There’ll be no resemblance between u and me. So I can take a giant leap, in order to cheer my crying ‘Ibu Pertiwi’. Beside… I DON’T WANT ANY PEOPLE SAY THAT WE’RE ALIKE! WE’RE NOT ALIKE!”

I’m sorry… I’m sorry for my hatred and resentment… Moreover, to use my hatred and resentment to reach the best of me

8:40 am – June 3rd 2008

Kalau bukan karena jasa-jasamu selama ini, aku sudah memberimu sumpah serapah berkali-kali!

Kemarin senin siang seperti yang telah dijadwalkan di perguruan PST ‘05 diadakan pertemuan rahasia dalam rangka mengembangkan jurus sakti yang sungguh teramat sangat njelimet nan sulit untuk difahami apalagi untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari bagi seorang mahasiswa yang berambisi tinggi, banyak bermimpi, suka berkepala besar, suka senyum dan romantis seperti saya.

Di dalam kelas yang dipimpin oleh pendekar berilmu tinggi yang berwibawa nan jomblo, tersebutlah seorang ’setan’ yang sedang menyamar menjadi pendekar yang sedang berguru bersama-sama para pendekar (sungguhan, bukan setan yang menyamar!) kepada guru besar BSAS yang memegang gulungan sakti yang bernilai tinggi, konon katanya dengan gulungan tersebut kita dapat menggunakan jurus sakti. Namun jurus tersebut bukanlah jurus untuk mengalahkan musuh apalagi untuk membuat seorang PSK cewek jatuh cinta kepada kita. Melainkan jurus tersebut digunakan untuk menciptakan ramuan super sakti yang memiliki IC50 yang lebih rendah dan LD50 yang lebih tinggi. Begitu hebatnya jurus tersebut hingga sang guru besar BSAS merasa kewalahan untuk menguasainya dan nyaris gila olehnya… Itulah sebabnya… jurus tersebut diberi nama jurus Mbikin Orang Edan atau biasa disingkat dengan MOE…

Nah… kembali ke cerita sang setan yang sedang menyamar tersebut… Tatkala para pendekar yang asli sedang menyimak pendekar-pendekar dari klan 2+1 yang sedang menjelaskan bagaimana teknik-teknik dalam menggunakan jurus MOE tersebut, sang setan ikut menyimak dengan saksama. Sang setan terus menyimak dengan saksama dengan harapan dia pulang dengan ilmu MOE, yang mana pada nantinya akan dia gunakan untuk tujuan yang sungguh amat sangat terlalu keji… yakni untuk menciptakan racun yang paling ampuh dimana LD50 nya begitu rendah hingga LD50 racun lain jauh tertinggal di atas racun tersebut… Kemudian tibalah saatnya para pendekar melakukan pendalaman ilmu, yang istilah kerennya ‘membantai-kawan-di-depan-kelas’. Di saat melakukan pendalaman ilmu tersebut sang setan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam ilmunya dengan cara ‘memohon petunjuk’ kepada mereka para pendekar yang sedang menjelaskan MOE. Beruntung… karena begitu banyaknya yang memohon petunjuk sehingga sang setan tidak kebagian petunjuk… Kemudian di kesempatan kedua sang setan memohon petunjuk lagi, dan ternyata mereka masih beruntung… Mereka tidak tahu bahwa dunia ini akan berada di ambang kehancuran jika sang setan tersebut berhasil menguasai ilmu MOE. Kemudian di saat waktu bagi para pendekar dari klan 2+1 telah semakin menipis, para pendekar tersebut hendak menyelesaikan ‘kewajiban’ mereka. Namun belum sempat mereka mengundurkan diri sang guru besar BSAS ingin memberikan kesempatan bagi sang setan untuk memohon petunjuk, sang guru BSAS tentunya belum menyadari malapetaka apa yang akan naik ke permukaan bumi jika sang setan berhasil menguasai MOE. Namun kali ini dunia ternyata masih terselamatkan, karena sang setan kehilangan minatnya… namun sang setan ternyata punya strategi lain, karena sang setan dapat merasakan bahwa klan 2-1 yang mendapat giliran selanjutnya memiliki kesaktian yang lebih tinggi sehingga akan lebih baik jika memohon petunjuk pada mereka nanti… banyak yang mengira bahwa sang setan sudah mutung kasarung, namun mereka semua salah… mereka tidak menyadari bahaya akan datang nanti…

Dan akhirnya tibalah giliran klan 2-1 untuk maju dan mengajari bagaimana cara menjinakkan MOE… Dan ternyata memang benar… seperti yang telah diprediksi oleh sang setan ternyata klan 2-1 memang benar-benar berbakat, terlebih lagi salah satu anggota klan 2-1 adalah pemimpin tertinggi dari Organisasi Pelaksana Pendekar. Meskipun usianya yang jauh lebih muda daripada pendekar-pendekar lain bahkan dari sang setan sekalipun namun dia memiliki badan yang kekar, sehingga tidak sulit baginya untuk menguasai MOE. Selesai mengajari para pendekar lain, klan 2-1 memberi kesempatan bagi para pendekar lain untuk memohon petunjuk. Dan karena anggota-anggota klan 2-1 merasa kasihan dengan setan tersebut akhirnya mereka memberi kesempatan kepadanya untuk memohon petunjuk, kemudian sang setan mengatakan bahwa dia membutuhkan kejelasan mengenai pemilihan formasi yang sesuai dan bagaimana cara memilih formasi tersebut? Manakah yang harus diutamakan dalam memilih formasi yang sesuai? Kelurusan niat kah? Keseriusan niat kah? Atau konsentrasikah? Kemudian salah seorang dari klan 2-1 mulai angkat bicara… “Menurut kami kelurusan niat adalah yang terpenting… karena dengan niat yang LURUS maka kita akan semakin mudah menuju kejalan yang benar, semakin lurus niat kita maka akan semakin kita menDEKATi kebenaran. Mengapa? Karena niat yang lurus akan menjernihkan hati sehingga kita akan mengenali suara hati nurani, pada nantinya hati nurani inilah yang akan mendekatkan kita dengan kebenaran sehingga KORELASI ANTARA PILIHAN KITA DAN KEBENARAN SEMAKIN TINGGI… lalu keseriusan niat tidaklah begitu penting, karena keSERIUSan tidak ada kaitannya dengan kebenaran. Sedangkan konsentrasi cukup penting, karena konsentrasi mencegah kita dari meNYIMPANG disaat kita menuju kebenaran, tingginya konsentrasi dapat dilihat dari sedikitnya SIMPANGAN yang kita lakukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam memilih formasi gerakan yang tepat maka yang perlu diutamakan adalah niat yang lurus.”

Mendengar penjelasan tersebut sang setan merasa terganggu… sang setan yang pandai nan cerdas tersebut berpendapat “Adalah benar bahwa niat yang lurus adalah penting untuk mendekatkan pilihan kita dengan kebenaran, tapi kelurusan niat kita tidaklah selalu mendekatkan kita dengan kebenaran, kenapa? Karena jika kita hanya bermain-main (baca : tidak serius) dengan hati nurani kita, akan ada kalanya dimana kita memperhatikan hati nurani dan akan ada saat dimana kita tidak memperhatikan hati nurani. Sebagai akibatnya, meskipun hati nurani terdengar namun pilihan kita masih dapat menjauh dari kebenaran. Keseriusan haruslah diutamakan sehingga disaat hati nurani terdengar atau nyaris terdengar maka keseriusan (baca : konsistensi/tak tergoyahkan) kita akan menuntun kita kepada kebenaran.”

Kemudian tiba-tiba klan 2-1 yang terkenal akan kesangarannya itu terdiam… mereka berusaha mencerna kata-kata sang setan yang bahkan dapat membuat pendekar berilmu sangat tinggi sekalipun menjadi tulalit (Hayo! Ngaku aja, para pembaca budiman juga bingung khan dengan omongan si setan? Lha wong aku sing nulis we ra dong koq karo opo sing tak tulis :P ).

Pada akhirnya di akhir pertemuan rahasia tersebut sang guru besar merangkum apa saja yang telah dihasilkan dihari itu dan memberitahu letak kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh murid-muridnya. Sang guru besar tertarik akan kata-kata sang setan terutama pada bagian ‘keseriusan’, apalah arti dari sebuah kedekatan dengan kebenaran jika kita tidak serius dalam menanggapinya? Jika kita tidak serius dalam menanggapi suatu kebenaran namun tidak serius dalm menanggapinya maka akan ada kalanya kita mengikuti kebenaran dan akan ada saatnya dimana kita menjauh dari kebenaran. Misalnya saja kita tahu bahwa membuang sampah harus pada tempatnya, namun kita tidak menanggapi dengan serius akan arti dari kebersihan lingkungan maka akan ada saat dimana kita membuang sampah ditempatnya dan ada saat dimana kita membuang sampah sembarangan. Tentu saja keseriusan tidak ada artinya pula tanpa niat yang lurus hehe…

What the…?? Anekdot gak penting!

Hahahaha… cerita itu sebenarnya hanya fiksi tapi terinspirasi oleh kuliah/diskusi di kelasku. Beberapa bagiannya kumodifikasi agar bisa menceritakan apa yang sebenernya ingin kusampaikan.

—————– Real Stuff ! ——————-

Pada diskusi kemarin senin ada ucapan temanku dan dosenku yang menarik perhatianku, banyak teman-temanku yang tertawa olehnya, tapi aku seperti biasa selalu berusaha menangkap makna yang tersembunyi dibaliknya… hal inilah yang mungkin membuatku jadi pernah dibilangin ‘terlalu serius’, yaaa yaaa aku emang terlalu serius, emang kenapa? Kalo gak suka sikapku ya dah… jangan maksain aku buat berhenti jadi serius donk! Sakit tauk! Kayak gak pernah dipaksa jd orang lain ajah! (Maap… emosi sesaat -_- …) Anyway, back to the topic…. perkataan mereka mengingatkanku pada sebuah teori yang terkenal, teori apakah itu? Yaitu adalah “Triangular Theory of Love” oleh seorang psikologis terkenal bernama Robert Sternberg.

Di dalam teori tersebut disebutkan bahwa cinta membutuhkan 3 komponen untuk menjadi cinta yang utuh, yakni intimacy (kedekatan – atau dalam anekdot diatas adalah kelurusan niat), Commitment (Komitmen – atau dalam anekdot diatas adalah keseriusan), Passion (Hasrat – atau dalam anekdot diatas adalah konsentrasi).

Hmm… bingung juga mau njelasin dari mana… baiklah… awal cerita bermula saat salah seorang temanku mengatakan “tidak ada gunanya dekat kalau tidak serius”, yang mana kemudian dibenarkan oleh dosenku. Yup, aku bisa menangkapnya… memang betul, tetapi kurang tepat (dalam hal relationship hahaha…). Kedekatan berarti kita bisa bercanda tawa, bertukar kabar, bertukar pikiran, berbagi rahasia, dll. Jika kita menambahkan satu komponen lagi yakni serius / komitmen maka hubungan akan naik ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan adanya keseriusan / komitmen berarti kita akan saling berusaha menjaga hubungan ini agar dapat terus berlanjut. Tanpa adanya keseriusan / komitmen kita bisa aja melakukan apa yang semestinya gak kita lakukan meskipun kita tahu semestinya itu tidak kita lakukan, mis. selingkuh, gak perhatian sama dia, dll.

Lalu satu hal lagi yang didalam anekdot tadi ada satu lagi yang satu unsur yang sayangnya tidak dianggap penting yakni konsentrasi yang mana merupakan analog dari hasrat dalam teori diatas. Konsentrasi adalah “force” yang menjaga agar kita selalu dijalan yang sama. Hal ini mirip dengan hasrat, dimana hasrat merupakan “force” yang dapat menjaga agar kita dapat selalu dekat dengannya. Tanpa hasrat semuanya terasa dingin dan kaku, tidak ada kata-kata yang lembut, tidak ada sentuhan-sentuhan yang menangkan jiwa huhuhuhu…

Yup, itulah 3 komponen penting dalam cinta, namun perlu diingat ada hal lain yang perlu diperhatikan yakni kecocokan. Tidak ada gunanya cinta yang komplit tanpa kecocokan… Dan kita semua tahu bahwa cinta itu tidak sama dengan kecocokan…

Percuma jika dua cairan dapat melakukan area kontak yang luas bila keduanya adalah air dan minyak…

It’s just like the both of us… open ur eyes… there are differences between us… especially in our highest value… FYI, my highest value is “honesty”, “efficiency” and “knowledge”. And one of your highest value is “harmony” right? “honesty” and “harmony” can’t walk together… please… take a look at past… don’t u remember? In order to protect the harmony u would do anything… including lying… its so hurt when someone that u love do something against ur core value. I am… I am trying to see ur intention, I know it is a good intention… because protecting the harmony is a noble thing. But for me knowing the truth is in much higher priorities, because I’m desperately seeking for knowledge… For me, it doesn’t matter whether the truth is painful or not, I JUST WANT TO KNOW… it is my deepest desire…

And for you… I always show you the truth… which some are joyful, some others are painful… painful? yes… painful… it will definitely break the harmony right?

That’s why… though my passion has return, there’s no point in resuming our story… My core value will shatter u into pieces like urs will shatter me into pieces… We are… Oil and Water…

Please… seek… someone… better… than… me… I’m… not… good… enough… for… u…

Older Posts »

Categories